OTODRIVER - Kehadiran Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross HEV di Indonesia memang belum terlalu jernih.
Akan tetapi pada Mei 2025 silam model elektrifikasi dari LMPV ini sudah mendapatkan penyegaran dan di Maret 2026, kembali mendapatkan facelift dan penyegaran.
Ajang Bangkok International Motor Show (BIMS) 2026 menjadi acara diperkenalkannya kedua unit yang dapat refreshment tersebut.
Mengutip dari Paultan.org, penyegaran terbesar justru pada unit Xpander HEV yakni dengan hadirnya 7 mode berkendara yakni Normal, Wet, Gravel, Tarmac, Mud, Charge dan EV. Tak hanya itu fitur Active Yaw Control (AYC) pun turut ditambahkan.
Dengan demikian, maka perbedaan fitur antara Xpander dan Xpander Cross HEV semakin tipis.
Dari segi mesin, masih mengandalkan unit mesin yang sama yakni 4G92 berkapasitas 1.600 cc yang menghasilkan daya 95 PS/5.100 rom dan 134 Nm/4.500 rpm.
Performa ini diakurkan dengan motor listrik berdaya 116 PS dan torsi instan 255 Nm yang disokong batrai Lithium ion 1,1 kWh.

Kombinasi performa bensin dan listrik itu disalurkan ke roda depan melalui transmisi e-CVT.
Kolaborasi ini menghadirkan pengendalian yang lebih responsif, akselerasi yang lebih tajam, serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Tak ada perubahan dari sisi konstruksi. MPV ini masih memiliki dimensi yang sama (P x L x T) Panjang 4.595 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.750 mm dengan jarak sumbu roda 2.775 mm, sedangkan lebar jejak depan dan belakang (wheeltrack) masing-masing adalah 1.520 mm dan 1.510 mm; jarak ke tanah adalah 205 mm.
Di Thailand, Xpander HEV dibanderol di angka 939 ribu baht (sekitar Rp 483 ,7 juta) dan Xpander Cross HEV di angka Rp 969 ribu baht (sekitar Rp 499,1 juta).

Untuk pasar Indonesia, ada informasi yang berkembang, bahwasanya Xpander atau Xpander HEV belum akan dibawa ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
Kemungkinan model ini akan mengaspal di Indonesia bersamaan dengan penggantian model yang diperkirakan hadir pada awal 2028. (SS)










