OTODRIVER - Fenomena thermal runaway menjadi salah satu isu yang kerap dikaitkan dengan kebakaran kendaraan listrik.
Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan pelepasan energi besar secara tiba-tiba akibat kenaikan suhu ekstrem pada baterai.
“Thermal runaway biasanya terjadi akibat kebocoran baterai yang menyebabkan pelepasan energi besar dalam waktu singkat,” jelas Arwani.
Kebocoran baterai dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kecelakaan lalu lintas, seperti benturan keras atau tertusuk benda tajam. Oleh karena itu, baterai mobil listrik umumnya telah dirancang dengan sistem perlindungan berlapis.
“Baterai mobil listrik dilindungi beberapa lapisan, bahkan menggunakan baja dengan ketebalan sekitar 1,5 hingga 2 cm, untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat benturan,” ungkapnya.
Selain benturan, korosi juga menjadi risiko, terutama bagi kendaraan yang beroperasi di wilayah pesisir atau lingkungan dengan air asin. Namun, desain pelindung dan sistem seal yang baik dinilai mampu mengurangi potensi tersebut. Thermal runaway juga bisa terjadi jika kebakaran di bagian lain kendaraan menyebar dan meningkatkan suhu baterai.

Pengguna Lebih Percaya Diri Berkat Edukasi
Berdasarkan diskusi internal di komunitas KOLEKSI, Arwani menyebut anggota komunitas umumnya lebih percaya diri terhadap keamanan baterai kendaraan listrik dibandingkan pengguna non-anggota.
“Ada kekhawatiran, tetapi anggota KOLEKSI relatif lebih tenang karena sudah mendapatkan edukasi. Mereka paham risikonya, sekaligus tahu cara mengelolanya,” ujarnya.
KOLEKSI secara rutin menggelar kegiatan edukasi, termasuk terkait perawatan wall charger, standar instalasi listrik, serta pemahaman risiko keselamatan kendaraan listrik.
Jangan Abaikan Kondisi Kesehatan Baterai
Arwani juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap warning system dan kondisi kesehatan baterai.
“Warning pada mobil listrik tidak boleh diabaikan. Itu adalah sinyal awal adanya kondisi yang perlu diperiksa,” tegasnya.
Ia menyarankan pemilik mobil listrik untuk rutin melakukan servis dan memantau kesehatan baterai. Risiko thermal runaway dinilai meningkat ketika kapasitas baterai menurun signifikan.
“Jika kapasitas baterai sudah turun di bawah 70 persen, apalagi sampai 60 atau 50 persen, risikonya tentu lebih besar. Baterai yang sudah tidak sehat lebih rentan mengalami masalah, terutama saat pengisian daya besar,” kata Arwani.
KOLEKSI pun mendorong pengguna untuk rutin melakukan pemeriksaan baterai serta memastikan sistem pelindung dan seal baterai tetap terjaga kualitasnya, terutama bagi kendaraan yang beroperasi di lingkungan dengan potensi korosi tinggi. (RA)
#thermal-runaway #mobil-listrik #mengenal-bahaya-mobil-listrik #koleksi-komunitas-mobil-listrik #charge-mobil-listrik










