OTODRIVER - Persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya sejumlah model plug-in hybrid (PHEV).
Tiga di antaranya yang cukup menyita perhatian dan berasal dari Tiongkok adalah Chery Tiggo 8 CSH, Geely Starray EM-i, dan DFSK E5 Plus.
Ketiganya sama-sama mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, namun memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal performa maupun efisiensi.
Jika ditinjau dari sektor penggerak, Chery Tiggo 8 CSH tampil sebagai model dengan performa paling tinggi. SUV 7 penumpang ini mengusung mesin 1.500 cc turbo Dedicated Hybrid Engine (DHE) yang menghasilkan tenaga 143 dk dan torsi 215 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 204 dk dan torsi 310 Nm melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem hingga 347 hp dengan torsi mencapai 525 Nm. Angka ini menjadikan Tiggo 8 CSH sebagai salah satu SUV hybrid paling bertenaga di kelasnya.
Di sisi lain, Geely Starray EM-i mengusung filosofi yang berbeda. SUV ini mengandalkan teknologi EM-i Super Hybrid yang berfokus pada efisiensi bahan bakar. Mesin bensinnya menggunakan konfigurasi 1.500 cc naturally aspirated dengan tenaga 99 dk dan torsi 125 Nm.
Mesin tersebut dikombinasikan dengan motor listrik berkekuatan 218 hp dan torsi 262 Nm yang disalurkan melalui transmisi hybrid 1DHT. Total tenaga sistem mencapai sekitar 262 hp.
Keunggulan lain Starray EM-i terdapat pada baterai berkapasitas 18,4 kWh yang memungkinkan mobil melaju hingga sekitar 105 kilometer dalam mode listrik murni. Angka tersebut menjadi yang terjauh di antara ketiga model yang dibandingkan.
Sementara itu, DFSK E5 Plus menempati posisi sebagai yang lebih sederhana. Berdasarkan spesifikasi global, SUV ini menggunakan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang menghasilkan tenaga sekitar 110 hp dan torsi 135 Nm. Mesin tersebut bekerja bersama motor listrik bertenaga 177 hp dengan torsi 300 Nm.
Output sistem gabungannya berada di kisaran 217 hp, menjadikannya yang paling rendah dalam perbandingan ini. Meski demikian, performa tersebut tetap cukup untuk menggerakkan SUV 7 penumpang dalam penggunaan harian.
Dari sisi baterai, DFSK E5 Plus dibekali paket berkapasitas 17,5 kWh yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga sekitar 87 kilometer dalam mode listrik murni.
Bila dibandingkan secara langsung, Chery Tiggo 8 CSH unggul mutlak dalam hal performa. Tenaga 347 dk dan torsi 525 Nm membuatnya menjadi pilihan paling menarik bagi konsumen yang menginginkan akselerasi kuat dan kemampuan berkendara yang lebih responsif.

Geely Starray EM-i berada di posisi tengah dengan keseimbangan antara performa dan efisiensi. Tenaga sistem 262 hp masih tergolong besar, namun fokus utamanya adalah konsumsi bahan bakar yang rendah serta jarak tempuh listrik yang lebih panjang.
Sedangkan DFSK E5 Plus menawarkan pendekatan yang lebih rasional. Performanya memang tidak sebesar dua rivalnya, namun sistem plug-in hybrid yang diusung tetap mampu menghadirkan efisiensi sekaligus kepraktisan bagi konsumen keluarga yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. (AW)









