OTODRIVER - Xpeng selama 2025 membukukan penyusutan kerugian bersih sebesar 80,3 persen dan lonjakan pendapatan 87,7 persen dari tahun sebelumnya, menurut ringkasan operasional dan keuangan perusahaan tahun 2025 yang dirilis pada Jumat (20/3).
Kenaikan pendapatan ini disinyalir karena dua model yang baru mereka rilis, mampu diterima dengan baik oleh pasar. Mereka adalah minivan Xpeng X9 dengan sistem tenaga EREV, sedan Xpeng P7 terbaru, dan crossover Xpeng G7.

Menurut siaran CarNewsChina, produsen kendaraan energi baru yang berbasis di Guangzhou, China, tersebut selama 2025 mengirimkan 429.445 unit kendaraan secara global, naik 125,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut China EV DataTracker, produsen kendaraan energi baru ini menjual 383.873 unit kendaraan di pasar domestik China, meningkat 119,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Total pendapatan Xpeng selama 2025 tercatat melonjak 87,7 persen menjadi 76,72 miliar yuan (sekitar Rp189 triliun).
Selain itu, perusahaan memiliki model mobil dengan volume penjualan tinggi seperti Mona M03 dan P7+. Perusahaan juga menyediakan sebagian teknologinya untuk Volkswagen.
Meskipun kondisi keuangan Xpeng selama 2025 positif, data China EV DataTracker menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi penurunan penjualan kendaraan pada awal 2026.
Xpeng dari Januari hingga Februari 2026 tercatat mengirimkan 28.415 unit kendaraan, turun 49,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini berkaitan dengan penurunan keseluruhan akibat penghentian bertahap subsidi kendaraan energi baru di China.
Xpeng tahun ini akan meluncurkan beberapa model kendaraan, termasuk SUV andalan Xpeng GX yang baru-baru ini mulai diproduksi massal di China. (AB)
#xpeng #mobil-listrik-xpeng #harga-xpeng-terbaru #mobil-terlaris-xpeng #penjualan-xpeng










