OTODRIVER – Honda Super-One sedang menghitung hari untuk rilis perdana buat pasar domestik Jepang.
Melalui laman resminya, pihak Honda sudah menerangkan bahwa bulan Mei nanti jadi waktu penjualan mobil listrik yang lebih sporty dibandingkan N-One ke publik.
Untuk pembukaan pesanan sudah dimulai juga pada bulan April ini di seluruh jaringan penjualan Honda di Jepang.
Kehadiran Super-One akan sangat nyaman digunakan karena memiliki berbagai fitur yang bisa memperkaya pengalaman dalam berkendara.
Salah satu potensi untuk bisa menyenangkan tertuju pada pemanfaatan platform ringan, desain mobil yang kebar untuk di kelasnya, memungkinkan berkendara yang lincah, stabil, dan bertenaga.
Hal lain, soal performa pembangkit dayanya, ada kombinasi kontrol perpindahan gigi yang akan terhubung dengan sistem kontrol suara aktif.
Pengemudi tetap akan bisa merasakan sensasi berkendara mobil mesin konvensional dalam satu paket mobil listrik.
Fitur ini mereplikasi nuansa perpindahan gigi transmisi 7-percepatan, dengan kontrol suara aktif yang memutar suara mesin virtual yang kuat di dalam kabin sebagai respons terhadap akselerator.
Akan ada sensasi berkendara seolah-olah pengemudi mengendalikan mesin yang sporty sesuka hati.


Bukan hanya secara atifisial berupa suara mesin yang akan bisa diserap oleh pengemudi. Keseriusan dalam menghadirkan sensasi berkendara EV layaknya mobil ICE juga jadi perhatian Honda lewat desain sasis yang dirancang khusus untuk mendukung karakter grip mobil.
Selain itu, posisi baterai yang ramping di bagian tengah dek mobil diklaim bisa meningkatkan keseimbangan antara unsur bobot dan gravitasi. Mobil ini sendiri punya berat total 1.090 kilogram.
Berbekal desain dari struktur dasar mobil itu akan bis amendorong Super-One mampu menempuh jarak 274 kilometer (WLTC) dalam satui kali pengisian daya listrik. Output dari baterai bisa ditingkatkan dari 47kW (mode normal) menjadi 70kW.
Untuk lebih meningkatkan impresi dalam berkendara, disediakan efek iluminasi khusus pada panel indikator.
Masing-masing berupa indikator pengukur suhu baterai, simulasi takometer, dan meteran daya. Semuanya punya desain ala indikator analog. (EW)












