OTODRIVER – Pengembangan teknologi hybrid semakin maju. Belakangan mesin diesel didapuk untuk dapat diakurkan dengan teknologi elektrifikasi. Dan hasilnya adalah varian diesel hybrid.
GWM telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan meluncurkan teknologi hibrida diesel yang kemungkinannya akan terjadi pada akhir tahun depan.
Sebenarnya pabrikan asal Baoding, Tiongkok ini bukanlah pelopor yang sesungguhnya.
Sebagai informasi, mesin diesel dengan asupan teknologi hybrid ini sebelumnya sudah pernah diperkenalkan oleh Mercedes-Benz, Audi dan juga Chery.
Mengutip dari Drive.com.au, Kepala Teknologi GWM, Nicole Wu mengatakan teknologi hibrida diesel cukup penting terutama pada pasar seperti Australia.
"Kami memiliki solusi teknis. Mesin diesel memiliki tantangan dengan NOx dan partikulat, tetapi sistem hibrida membantu menekan keduanya," ungkap Wu.
Adam Thomson, kepala insinyur dan direktur teknis GWM, menambahkan, "Sistem pengolahan emisi modern yang dikombinasikan dengan asupan hybrid memberikan solusi yang efektif," imbuhnya.
Saat ini, GWM diketahui tengah mempersiapkan mesin diesel hybrid dalam pilihan plug-in hybrid dan non plug-in hybrid atau hybrid biasa.
GWM memiliki beberapa mesin diesel unggulan yakni empat silinder turbocharged 2.0 liter, 2.4 liter, dan 3.0 liter. Dan diharapkan mesin ini diharapkan kompatibel dengan sistem hibridanya.

Dalam siaran pers, GWM mengatakan akselerasi 0-100km/jam kendaraan hibrida dieselnya hampir 40 persen lebih cepat daripada kendaraan non-hibrida yang setara. Motor listrik akan langsung mengkompensasi turbo lag, memastikan start yang cepat dan penyalipan yang gesit.
Bos besar GWM, Jack Wei mengatakan bahwa teknologi diesel hybrid bukan hal baru dan sudah dikembangkan sekitar enam tahun.
Berbicara melalui penerjemah, ketua GWM Jack Wei mengatakan kepada media Australia bahwa "teknologi hibrida diesel bukanlah hal baru".
"Pengujian pada kendaraan komersial telah menunjukkan penghematan bahan bakar sekitar 15 persen dalam kondisi jalan datar, dan hingga 30 persen di lingkungan yang lebih menantang, seperti Australia," jelas Wei.
“Kelemahan tradisional mesin diesel, terdapat jeda saat akselerasi dan punya kebisingan tinggi. Namun hal ini bisa diatasi dengan elektrifiasi. Bantuan motor listrik mampu menghilangkan jeda (lag) dan mengurangi kebisingan,” lanjutnya.
Lebih lanjut lagi, Wei mengatakan bahwa pada kecepatan 50 dan 60 km/jam tingkat kebisingannya akan sebanding dengan kendaraan mesin bensin. (SS)











