OTODRIVER - Ada cara berbeda untuk menikmati sebuah Ferrari. Tidak selalu harus berada di balik kemudi di sebuah sirkuit, mengejar racing line, atau menginjak pedal gas sedalam-dalamnya. Kadang, justru yang dicari adalah perjalanan, ketika suara mesin, hembusan angin dan pemandangan jalan menjadi bagian dari pengalaman.
Kesan itulah yang terasa ketika Ferrari memperkenalkan Amalfi Spider di Ital Auto, Kuala Lumpur, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan media otomotif dan undangan VIP dari sejumlah negara Asia Tenggara, Ferrari membuka selubung model terbarunya. Sebuah mobil yang secara kasat mata memang merupakan versi atap terbuka dari Amalfi, tetapi membawa karakter yang sedikit berbeda.
Kalau Amalfi Coupe lebih mudah dilihat sebagai sebuah Grand Tourer modern dengan kemampuan sportscar, Amalfi Spider terasa lebih emosional. Dan mungkin, memang itulah alasan sebuah Spider dibuat.
Sebelumnya, kami sempat menguji Amalfi Coupe ketika diperkenalkan di Indonesia. Bahkan sehari sebelum peluncuran, kami mencoba di jalanan Kuala Lumpur menggunakan Amalfi Spider Coupe setir kiri. Dari pengalaman tersebut, satu hal yang cukup menonjol adalah bagaimana Ferrari berusaha membuat mobil ini tetap cepat tanpa kehilangan kemampuan sebagai mobil untuk perjalanan jauh.
Amalfi Spider membawa filosofi yang sama, tetapi menurut keterangan dari Maranello dengan tambahan sensasi yang tidak bisa diberikan oleh versi coupe. Atap dibuka, dan hubungan pengemudi dengan lingkungan berubah seketika.

Ketika di Kuala Lumpur kami berjumpa Head of Ferrari Southeast Asia, Charles-Antoine Geneste, ia menyebut, “Amalfi Coupe sebagai mobil yang ditujukan bagi pasangan muda yang menyukai perjalanan di kota atau menuju pantai maupun pegunungan.”
Kalimat sederhana tersebut sebenarnya cukup menggambarkan posisi Amalfi di dalam keluarga Ferrari. Ia bukan Ferrari yang semata-mata mengejar angka performa. Ia dibuat untuk pemilik yang ingin menggunakan Ferrari sebagai bagian dari gaya hidup.
Di balik bonnet Amalfi Spider dijejalkan mesin V8 90-degree twin-turbo 3855 cc. Tenaganya mencapai 640 hp pada 7500 rpm, sementara torsi maksimum 760 Nm tersedia pada rentang 3000 hingga 5750 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi 8-speed dual-clutch F1 DCT.
Kombinasi tersebut, melahirkan angka tidak main-main. Akselerasi 0–100 km/jam ditempuh dalam 3,3 detik, sedangkan kecepatan maksimum mencapai 320 km/jam.

Menariknya, Ferrari tidak hanya mengejar tenaga besar. Seluruh sistem pengendalian elektronik seperti E-Diff3, F1-TCS, SSC 6.1, FDE 2.0 dan ABS Evo bekerja untuk membuat tenaga tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Didukung suspensi depan menggunakan double wishbone, sementara bagian belakang mengandalkan multi-link.
Secara desain, Amalfi Spider juga mengambil pendekatan yang menurut kami cukup dewasa. Tidak banyak garis yang dibuat sekadar untuk terlihat agresif. Permukaan bodinya relatif bersih, mengalir dan justru memberikan kesan elegan. Karakter Spider semakin terlihat ketika soft-top dibuka.
Amalfi Spider memiliki panjang 4.660 mm, lebar 1.974 mm dan tinggi 1.305 mm, dengan wheelbase 2.670 mm. Kapasitas bagasinya 255 liter ketika atap tertutup dan 172 liter saat atap dibuka.
Amalfi Spider mungkin tidak dibuat untuk menjadi Ferrari yang paling ekstrem. Ia dibuat untuk menjadi mobil berlogo kuda jingkrak yang paling mudah dinikmati. (SR)
#charles-antoine-geneste #ferrari #amalfi-spider #mobil-baru-ferrari #otodriver










