Langsung ke konten

Comeback Mitsubishi Pajero, Sang Legenda Dakar Justru Pilih Sasis Tangga

Kembali gunakan sasis tangga, Pajero Gen V diklaim tetap mampu sajikan kenyamanan optimal dan juga punya struktur kaki-kaki lebih kokoh

Berita Selasa, 29 September 2026 19:40 WIB
Berita - Comeback Mitsubishi Pajero, Sang Legenda Dakar Justru Pilih Sasis Tangga
Mitsubishi Pajero gen V kembali menggunakan sasis tangga murni(Foto : Otodriver/undefined)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mitsubishi Pajero adalah legenda di Reli Dakar. Sampai sekarang, Pajero masih memegang rekor sebagai kendaraan dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah reli terganas di dunia ini.

Pada 2 September 2026, Pajero menorehkan momen bersejarah. SUV legendaris ini kembali hadir setelah absen sejak 2021.

Mitsubishi Pajero generasi kelima ini tampil dengan kembali memakai sasis tangga atau ladder frame. Mobil ini dibekali mesin diesel 4 silinder 4N16 berkapasitas 2,4 liter dengan tenaga 204 PS dan torsi 480 Nm.

"Kami menyambut baik antusiasme yang begitu besar terhadap All-New Pajero sejak diperkenalkan secara global di Jepang. Sebagai bagian dari warisan SUV Mitsubishi Motors," ujar Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, beberapa waktu lalu.

Foto - Comeback Mitsubishi Pajero, Sang Legenda Dakar Justru Pilih Sasis Tangga
Pajero Gen V punya travel suspensi yang lebih panjang(Foto : Mitsubishi Motors)

Balik Lagi ke Sasis Tangga Murni

Ini yang menarik. Pada generasi ketiga dan keempat, Pajero sebenarnya sudah meninggalkan konstruksi body-on-frame murni seperti generasi pertama dan kedua.

Mitsubishi sendiri menyebut Gen 3 sebagai "Monocoque Body with Built-in Ladder Frame". Jadi bodi dan struktur rangkanya dibuat menyatu, dengan elemen ladder frame yang terintegrasi di dalam bodi monokok, bukan lagi rangka terpisah sepenuhnya dari bodi.

Sedangkan generasi IV meneruskan rancang bangun generasi III ini dan bahkan menyematkan suspensi belakang independen (Independent Rear Suspension/IRS). Jadi kenapa bagian sasisnya justru kembali ke ladder frame murni dan gardan solid di belakang?

Mengutip laman resmi mitsubishi-motors.com, jawabannya sederhana: ladder frame lebih kuat menahan beban besar saat melibas medan off-road. Struktur ini juga membuat kemampuan suspensi bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Tujuannya, mobil bisa tangguh di jalan berat sekaligus tetap nyaman dikendarai.

Bukan cuma soal nostalgia, ladder frame yang baru ini juga bukan sasis lama yang dipakai ulang begitu saja. Mitsubishi memperkuatnya dengan beberapa cara:

  • memakai lebih banyak baja high-tensile untuk menahan beban tanpa menambah bobot berlebihan;
  • memperbesar penampang rangka;
  • meningkatkan kekuatan puntir (torsional rigidity) dan kekuatan lentur (bending rigidity);
  • mengembangkan suspensi baru yang disesuaikan dengan rangka ini.

Semua itu diarahkan untuk satu tujuan: menyeimbangkan kestabilan berkendara, kenyamanan, daya tahan, dan keandalan.

Foto - Comeback Mitsubishi Pajero, Sang Legenda Dakar Justru Pilih Sasis Tangga
Pajero V menggunakan sasis tangga yang ditingkatkan kemampuannya(Foto : Mitsubishi Motors)

Monokok dengan Rangka Tangga Terintegrasi, Lalu Ditinggalkan

Mengenai konstruksi sasis, Pajero generasi ketiga pada 1999 memang pernah meninggalkan ladder frame murni dan beralih ke struktur monokok dengan rangka tangga terintegrasi. Menurut catatan sejarah resmi Mitsubishi, keputusan itu sempat menjadi perdebatan cukup serius secara internal.

Struktur monokok punya keunggulan: rangka lebih kaku, titik berat lebih rendah, lebih stabil di kecepatan tinggi, dan lebih baik dari sisi keselamatan tabrak.

Namun nampaknya ada alasan tersendiri dari pabrikan Jepang ini untuk kembali menggunakan sasis tangga murni. Salah satu alasannya ada pada karakter yang ingin dibangun Mitsubishi untuk Pajero generasi terbaru ini, yakni mengkombinasikan kemampuan off-road tinggi dan kenyamanan, yang oleh Mitsubishi disebut "off-road comfort".

Sasis ladder frame dinilai membuat mobil lebih kokoh saat menarik beban atau melibas medan off-road, sementara suspensi long-travel dirancang agar roda tetap menapak mengikuti kontur jalan , dua hal yang jadi keunggulan Pajero Gen V ini.

Hiroshi Masuoka, yang kini juga dilibatkan dalam pengembangan Pajero, punya pandangan menarik soal perdebatan ladder frame lawan monokok ini. Menurutnya, tidak ada yang mutlak lebih baik. Yang lebih penting adalah tujuan dari kendaraan itu sendiri.

Masuoka juga menegaskan bahwa ladder frame zaman sekarang sudah jauh berbeda dari dulu, seiring perkembangan material dan presisi manufaktur. Namun prinsip yang menurutnya tidak boleh berubah adalah Pajero harus bisa membawa pengemudinya melewati berbagai medan dengan percaya diri, dan memastikan mereka pulang dengan selamat.

Foto - Comeback Mitsubishi Pajero, Sang Legenda Dakar Justru Pilih Sasis Tangga
Hiroshi Matsuoka (Foto : Mitsubishi motors)

Gelar Sang Raja Dakar

Mitsubishi mulai mengikuti Dakar pada 1983 dan meraih kemenangan overall pertamanya pada 1985. Setelah itu, Pajero berkembang menjadi salah satu kendaraan paling sukses dalam sejarah ajang tersebut.

Hingga 2007, Mitsubishi mencatat 12 kemenangan overall Dakar, termasuk tujuh kemenangan secara beruntun. Rekor ini membuat Mitsubishi meraih penghargaan dari Guinness World Records sebagai pabrikan dengan kemenangan Dakar terbanyak sepanjang masa.

Dengan sejarah sepanjang itu, kembalinya Pajero ke sasis tangga menjadi sesuatu yang tetap masuk akal. Bahkan jika membandingkan dengan rivalnya seperti Toyota Land Cruiser Prado (Land Cruiser 250 di pasar global) yang masih mengandalkan struktur ladder frame dan gardan belakang solid, alasan ini masih cukup relevan.

Jadi penggunaan sasis tangga pada Pajero bukan sekadar mengulang masa lalu, tetapi upaya menghadirkan kembali karakter off-road sejati yang membesarkan nama Pajero di Dakar. (SS)

#mitsubishi-pajero #gen-v #king-of-desert

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.