OTODRIVER – Di masa lalu, Land Rover menjadi contoh fleksibilitas kendaraan serbaguna dalam beradaptasi dengan berbagai kepentingan, salah satunya untuk kebutuhan militer. Kita bisa melihatnya sejak zaman Land Rover Series I hingga III, yang kemudian diteruskan di era Defender klasik.
Dari situ kita mengenal beberapa nama legendaris, salah satunya Pink Panther Land Rover, sebuah Land Rover Series IIA yang dimodifikasi berat dan digunakan oleh British Special Air Service (SAS) pada era 1960-an dan 1970-an. Di era Defender klasik, lahir pula berbagai varian militer, salah satunya Land Rover Defender WMIK (Weapons Mount Installation Kit).

Kendati era Land Rover ladder frame itu sudah berlalu dan kini Defender modern hadir sebagai SUV monokok, nama Land Rover ternyata masih sulit dipisahkan dari kebutuhan militer.
Di era modern, Defender kembali menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan militer.
Mengutip Carscoops, Jaguar Land Rover (JLR) memperkenalkan tiga kendaraan militer yang merupakan bagian dari Defender Wolf Series II. Menariknya, meski masih menggunakan arsitektur D7x monokok yang juga menjadi dasar Defender versi sipil, bodinya mengalami perombakan ekstrem.
Perubahan paling mencolok terlihat pada Kendaraan Mobilitas Taktis (TMV). Bagian depan masih mempertahankan wajah Defender, termasuk lampu, kap mesin, dan panel depan. Namun setelah itu, hampir semuanya berubah. Kaca depan dapat dilepas, sementara pintu dan kaca samping standar dihilangkan. Kabinnya dibuat terbuka untuk membawa empat personel sekaligus perlengkapan mereka.
Versi lainnya, Kendaraan Utilitas (UV), bahkan mengubah Defender menjadi pikap militer. Bagian belakang kabin dipotong dan digantikan bak terbuka berukuran besar dengan dinding baja serta dudukan ban serep. Konfigurasi ini membuat Defender dapat digunakan untuk membawa personel maupun perlengkapan di medan berat.

Persiapan dan pengujian matang
Menurut JLR, lebih dari 62.000 pengujian telah dilakukan terhadap Defender versi militer untuk memastikan kemampuannya memenuhi kebutuhan operasional. Platform D7x juga memungkinkan Defender dikembangkan hingga sembilan konfigurasi militer, termasuk ambulans medan perang (Battlefield Ambulance), kendaraan komando dan kontrol, kendaraan serbaguna, hingga kendaraan mobilitas mono-taktis (Mono-Tactical Mobility Vehicle).
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Defender militer bukan sekadar Defender standar yang diberi perlengkapan tambahan. Arsitektur dasarnya dipertahankan, tetapi bagian bodi dan fungsi kendaraan dirombak secara besar-besaran untuk menyesuaikan kebutuhan militer.
JLR sendiri tengah bersaing dalam tender Light Mobility Vehicle milik Kementerian Pertahanan Inggris dan juga membidik organisasi pertahanan negara-negara NATO. Dengan fleksibilitas platform D7x, Defender berpotensi menjadi satu keluarga kendaraan militer dengan fungsi yang berbeda-beda. (SS)












