Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Ini Alasan Kenapa Menutup Kap Mesin Harus "Dibanting"

Ternyata bukan tanpa alasan pabrikan merancang cara menutup kap mesin dengan cara "dibanting".
Tips
Sabtu, 24 Maret 2018 10:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Menutup kap mesin mobil, apapun jenis mobilnya, rata-rata harus "dibanting". Walau mobil baru sekalipun, caranya memang seperti itu, bukan karena penguncinya rusak, lho. 

Ternyata bukan tanpa alasan pabrikan merancang cara menutup kap mesin dengan cara "dibanting". Walau menimbulkan suara keras tapi ada manfaat yang timbul dari cara menutup seperti ini. Hal ini diungkap langsung oleh pihak Daihatsu Indonesia.

"Iya, memang sengaja seperti itu cara menutupnya. Agar tangan tidak menekan ujung kap mesin supaya terkunci. Bayangkan kalau ditekan terus-terusan, catnya bisa lecet bahkan kap mesin bisa bengkok," ujar Bambang Supriyadi, Product Improvement Department Head PT Astra Daihatsu Motor.

Bambang menyarankan cukup mengangkat kap mesin setinggi 30 cm dari penguncinya. "Sudah 30 centimeter, kemudian lepas saja. Tidak perlu dibanting segala sebenarnya," imbuhnya.

Dan sebaiknya jaga selalu kondisi mekanisme pengunci kap mesin dengan memastikannya mudah untuk dibuka dan menutup. Cukup oleskan gemuk alias grease secukupnya pada mekanisme pengunci. 


Tags Terkait :
Tips
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Human-Centric Engineering: DNA Subaru dalam Setiap Perjalanan Mudik

Subaru Peace of Mind untuk mudik Lebaran: Symmetrical AWD, Boxer Engine, EyeSight, dan Jok Anti Pegal tingkatkan kestabilan serta kenyamanan perjalanan jauh.

17 jam yang lalu

Berita
Epic Journey : Toyota Veloz Hybrid EV 2026, Tembus 1:20

Ekspedisi Epic Journey ungkap konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid EV 2026 capai 20 km/liter di jalan datar, 17 km/liter menanjak, hingga 30 km/liter menurun.

1 hari yang lalu

Berita
Daihatsu Ajak Komunitas Pulang Kampung Bareng

Menjelang lebaran 2026, Daihatsu mengajak anggota komunitas untuk mudik bersama.

1 hari yang lalu


Berita
Pertaminta Lubricants Gelar Beragam Program Menarik Mudik Lebaran 2026

Pertamina Lubricants gelar promo ganti oli Pertamina mudik Lebaran 2026 di 30 kota, rest area tol, dan program sosial Aceh melalui RAFI 2026.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Xpeng Siapkan Mekanik Terbang Untuk Wilayah Yang Belum Ada Dealer

Bagian dari komitmen penuh untuk menghadirkan standar kenyamanan memilik Xpeng

8 jam yang lalu


Berita
Jaecoo Akan Beri Sanksi Tegas Bagi Yang Lakukan Mark Up Harga J5

Jaecoo Indonesia siapkan sanksi tegas mark up harga Jaecoo J5 bagi dealer. Pemesanan capai 15.000 unit hingga Maret 2026 akibat tingginya minat.

14 jam yang lalu


Berita
Jeep Ajukan Paten Untuk Penempatan Winch Pada SUV EVnya

Winch dengan penempatan unik ini rencananya akan diperkenalkan pada Jeep Recon Trail Rate

15 jam yang lalu


Berita
Hadir Tahun Ini Juga, Jetour T2 PHEV Bakal Dibanderol Rp 150 Juta Lebih Mahal

Harga Jetour T2 PHEV Indonesia indikatif Rp 838 juta, hadir semester II 2026. Lebih mahal Rp 150 juta dari varian AWD Rp 588 juta, spesifikasi 1.5L turbo PHEV 385 PS.

15 jam yang lalu


Berita
Maxus Buka Dealer Besar Di Jaksel, Fasilitasi Konsumen Premium

Maxus membuka dealer terbesar mereka. Terletak di kawasan strategis TB Simatupang.

16 jam yang lalu