Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityVan

Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar
Van
Jumat, 14 Agustus 2026 10:32 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Farizon V8E Van Cargo ditargetkan bisa terjual sampai 1.000 unit setahunnya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Setelah mendapat respons positif di GIIAS 2026, Farizon Indonesia mulai merealisasikan komitmennya untuk mengembangkan bisnis kendaraan niaga listrik di Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya perakitan lokal Farizon V8E di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Perakitan Farizon V8E menjadi langkah penting bagi Farizon karena untuk pertama kalinya produk kendaraan komersial listrik mereka dirakit di luar Tiongkok.

CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Fan Xianjun, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar proses manufaktur, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan komersial energi baru di Indonesia.

BACA JUGA

“Perakitan di Indonesia menjadi awal pengembangan ekosistem kendaraan komersial energi baru di Indonesia,” ujarnya dalam acara peresmian perakitan lokal Farizon V8E.

Menurutnya, lokalisasi produk juga menjadi langkah penting untuk memperkuat kerja sama dengan mitra lokal, sekaligus mendorong pengembangan industri manufaktur dan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Farizon V8E Van Cargo diklaim bisa menempuh jarak sampai 428 kilometer (WLTP) dalam satu kali isi daya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Farizon Luncurkan Empat Kendaraan Niaga Listrik, Ini Keunggulannya 

Baca juga: Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

V8E Jadi Model Pertama

Model pertama yang dirakit secara lokal adalah Farizon V8E Van Cargo. Kendaraan niaga listrik ini memiliki dimensi panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, serta jarak sumbu roda 3.600 mm.

Farizon menargetkan V8E Van Cargo dapat terjual hingga 1.000 unit per tahun di Indonesia.

Dari sisi daya jelajah, Farizon V8E Van Cargo diklaim mampu menempuh jarak hingga 428 km berdasarkan standar WLTP dalam satu kali pengisian daya.Model pertama yang dirakit kali ini adalah Farizon V8E Van Cargo dengan komposisi dimensi panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985mm, dan jarak sumbu 3.600 mm.

Perakitan Farizon V8E Van Cargo secara lokal jadi awal untuk dirakitnya model lain (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)Tetap Jalan Meski Tanpa Insentif

Di sisi lain, Farizon menyadari bahwa pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah belum adanya insentif pemerintah untuk kendaraan niaga listrik seperti yang diberikan pada sejumlah kendaraan listrik penumpang.

Direktur Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, selaku perwakilan APM Farizon di Indonesia, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan segmen kendaraan niaga listrik di Tanah Air.

Menurutnya, ketiadaan insentif tersebut tidak mengubah rencana Farizon untuk melakukan perakitan lokal.

“Komitmen kami tetap untuk mengembangkan kendaraan niaga yang ramah lingkungan di Indonesia,” ujar Ronny.

Bagi Farizon, perakitan lokal juga bukan hanya ditujukan untuk V8E. Langkah ini menjadi awal untuk memproduksi model kendaraan niaga listrik Farizon lainnya di Indonesia.

Sejumlah model sebelumnya telah diperkenalkan Farizon pada GIIAS 2026. Ke depan, model-model tersebut berpeluang mengikuti jejak V8E untuk dirakit secara lokal.

Dengan dimulainya produksi V8E di Purwakarta, Farizon berharap dapat membangun fondasi bisnis kendaraan niaga listrik yang lebih kuat di Indonesia. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan tetap melihat peluang di segmen kendaraan komersial listrik, meski saat ini belum mendapatkan dukungan insentif seperti kendaraan listrik penumpang. (EW)
 

Farizon V8E Van Cargo bisa isi ulang daya listrik di SPKLU seperti kendaraan listrik pada umumnya dengan soket CCS2 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Giias2026 Farizon
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Isuzu Raih 1.180 SPK Di GIIAS 2026, Elf Jadi Penopang Utama

Kendaraan komersial merupakan produk serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya

1 hari yang lalu


Truk
Di GIIAS 2026 Ada Isuzu Giga Yang Bisa Menyapu Jalan

Salah satu contoh fleksibilitas fungsional dari produk Isuzu.

1 minggu yang lalu


Truk
Isuzu Di GIIAS 2026 Hadirkan Dua Bintang, Sebagai Salon Berjalan Dan Studio Kreatif Digital

Isuzu mempertegas fleksibiltas pemanfaatan kendaraan niaga.

1 minggu yang lalu


Isuzu Akan Tampilkan Lima Bintang di GIIAS 2026

3 minggu yang lalu


Terkini

Van
Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar

1 jam yang lalu

Truk
Isuzu Raih 1.180 SPK Di GIIAS 2026, Elf Jadi Penopang Utama

Kendaraan komersial merupakan produk serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya

1 hari yang lalu


Bus
Kursi Penumpang Bus AKAP Dan Pariwisata Kini Lebih Lebar Dan Ergonomis

Sebuah pilihan yang sulit dari segi desain

1 hari yang lalu


Bus
Hino Terus Handover Sampai Pekan Terakhir GIIAS 2026

Bukti komitmen sinergi pabrikan, karoseri, dan operator

2 hari yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

3 hari yang lalu