Bus-Truck – Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menimbulkan asap tebal yang dampaknya terasa hingga ke beberapa negara. Dalam penanganannya, Jepang turut memberikan bantuan.
Mengutip situs Kemhan (kemhan.go.id), Pemerintah Jepang mengirimkan kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter CH-47 Chinook. Kapal itu tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026, sebagai bagian dari kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) Indonesia–Jepang.
Pada pengiriman bantuan itu tampak pula sebuah truk model cab over engine (COE) yang turut dibawa. Truk tersebut adalah Toyota Type 73, kendaraan milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF).
Mengambil informasi dari mod.go.jp, truk ini lahir dari kerja sama Toyota dan Hino. Sesuai dengan namanya, truk berkabin kotak ini mulai digunakan sejak 1973.
Dari sejumlah foto yang beredar, model yang kini bertugas di Indonesia ini tampaknya merupakan generasi kedua dari truk tersebut.
Uniknya, nyaris tidak ada perbedaan desain antara generasi I dan II. Bahkan kabinnya bisa dikatakan sama. Memang ada perbedaan pada bumper: generasi II punya bumper lebih besar dengan dua rongga berbentuk segi empat di bagian tengahnya.
Namun perbedaan yang langsung terlihat ada pada kaki-kakinya. Generasi II menggunakan suspensi independen yang diambil dari Toyota High Mobility Vehicle atau Toyota Mega Cruiser, sehingga pelek yang dipakai pun sama dengan "Humvee Jepang" itu. Sementara versi lamanya memakai per daun dan pelek yang desainnya sama dengan yang dipakai truk-truk Hino.
Mengenai spesifikasi, mengutip Wikipedia, sejak 1996 truk ini menggunakan mesin diesel 4,1 liter berkode 15B-FT atau 15B-FTE (tergantung tahun pembuatan). Mesin 15B-FTE 4,1 liter ini juga dipakai pada Mega Cruiser. Transmisinya berjenis otomatis 4 percepatan yang dipadukan dengan transfer casefull time 2 percepatan.
Sebagai pembanding, generasi pertama truk ini menggunakan mesin 1W berkapasitas 4,0 liter dengan transmisi manual 5 percepatan. (SS)
