Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Tragedi Bawen: Sopir Banyak Lupa Rem Truk Bukan Hanya Di Pedal

Demi menjaga sistem rem di kendaraan besar maka wajib rajin servis
Truk
Minggu, 24 September 2023 06:45 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Kejadian untuk kesekian kalinya dengan dugaan adanya ‘rem blong’ dari sebuah truk terjadi di exit tol Bawen Kabupaten Semarang (23/9). Dikutip dari Kompas.com, hingga pukul 21.40 WIB korban jiwa menjadi empat orang, berdasarkan keterangan dari Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, Iptu Sutarto, kecelakaan maut di lampu merah pertigaan exit tol Bawen Kabupaten Semarang itu diduga kuat akibat tidak berfungsinya sistem pengereman atau yang sering disebut ‘rem blong’.

Menurut informasi, truk Nissan Condor dengan nopol AD 8911 IA itu melaju dari kawasan Bawen menuju Salatiga, setiba di pertigaan setelah exit tol Bawen, rem truk gagal berfungsi dan menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti lantaran lampu lalu lintas sedang menyala merah. Jalur kecelakaan tersebut merupakan jalan dengan kontur menurun.

Seorang saksi di lokasi kejadian, Nardi, menyebutkan bahwa sebelumnya truk tersebut sudah sempat membunyikan klakson secara keras. Klakson dibunyikan sejak truk melewati Dusun Semilir. Namun, masih menurut Nardi, barisan kendaraan yang sedang berhenti di lampu lalu lintas tidak menghiraukan bunyi klakson tersebut hingga kemudian diseruduk truk berwwarna kabin merah itu.

BACA JUGA

Rem blong, seolah menjadi momok pada kendaraan besar, baik bus maupun truk di jalan. Tetapi apakah penyebabnya? Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan dalam satu kesempatan pernah memaparkan hal tersebut. “Saya dalam melakukan investigasi, pasti menanyakan kepada supir, apa yang dirasakan saat menginjak pedal rem?” ujarnya. Menurut Wildan, pada umumnya supir masih ingat kondisi saat menginjak pedal rem saat sebelum kecelakaan.

“Ada yang bilang pedal rem sudah diinjak, tetapi roda tetap meluncur,” jelasnya. Nah,  kemungkinan besar karena rem tidak mampu mengurangi putaran roda, disebabkan oleh brakefading atau kondisi yang melampaui kemampuan maksimal rem.

Baca juga: KNKT : Tiga Hal Ini Yang Jadi Penyebab ‘Rem Blong’

Baca juga: Kenali Penyebab Rem Blong, Ada Beberapa Faktornya

Bisa disebabkan pengemudi hanya menggunakan service brake (pedal rem). Kalau di jalan datar, tentunya service brake masih bisa optimal, tetapi di jalan menurun, harus disertai dengan secondary brake dari exhaust brake atau bahkan auxiliary brake, seperti brake retarder. Karena di jalan menurun, beban rem tak hanya bobot truk dan muatannya saja, tetapi juga pengaruh dari grafitasi.

“Pada kasus lainnya, ada yang merasa pedal rem seperti berat untuk diinjak, atau kerap disebut mbagel,” kata Wildan. Angin tekor, bisa menyebabkan hal ini. Pada truk masih banyak yang menggunakan sistem rem Air over Hydraulics, di  mana tekanan angin digunakan untuk mendorong fluida (minyak rem) untuk menggerakkan kampas rem.

Karena angin kurang, maka tekanan tidak cukup untuk mengurangi putaran teromol rem. “Angin tekor ini, bisa terjadi karena pengereman dilakukan terus menerus, sementara pompa angin tidak mengisi tabung angin atau angin di tabung digunakan untuk perangkat lain, seperti klakson yang dibunyikan terlalu sering , sehingga tabung angin kosong,” kata Wildan.

Sedangkan celah kampas rem yang terlalu jauh jaraknya, juga menyebabkan rem tidak berfungsi maksimal. “Ini pun supir sudah menginjak pedal rem dengan kuat, tetapi roda tetap berputar,” ungkap lelaki asal Tegal, Jawa Tengah itu. Karena jarak kampas rem dengan teromol terlalu jauh, sehingga ketika pedal diinjak pun, kampas tak ‘menggigit’ teromol, sehingga roda tetap berputar.

Nah, tiga hal tersebut, menyebabkan rem blong yang kerap menjadi biang kerok kecelakaan pada truk. Sebaiknya pengemudi dan pemilik truk menjaga komponen yang berkaitan dengan perangkat rem dengan rutin servis sampai penggantian komponen yang rusak agar fungsi pengurang laju tersebut tetap berfungsi dengan optimal.

Baca juga: Kebiasaan Ini Kerap Picu Kecelakaan Bus Dan Truk

Baca juga: Ini Alasan Rem Truk Kerap Blong


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #indonesia
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Isuzu Elf Paling Keren Se-Jawa, Bak Belakang Rasa Hotel Mewah Berjalan

Engine start/stop via perintah suara

2 tahun yang lalu


Van
Daihatsu Vizon-F, Tes Pasar Wajah Baru Gran Max?

Faktor utilitas pemakaian tetap jadi identitasnya

2 tahun yang lalu


Van
Daihatsu Atrai, Akan Dirilis Sebagai Mobil Listrik?

Atau jadi versi van dari Daihatsu Himax?

2 tahun yang lalu


Berita
Minyak Rem Seiken 'Jaga' Titik Didih Jamin Pengereman Bus dan Truk Optimal

Juga punya oli diesel

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Semua Armada Transjakarta Gratis Di Hari Lebaran

Pemprov DKI gratiskan seluruh armada Transjakarta, Mikrotrans, MRT, dan LRT selama Hari Lebaran Idul Fitri 1447 H untuk warga rayakan libur di Jakarta.

1 hari yang lalu


Pikap
Tata Yodha Pernah Dijual Di Indonesia Dengan Nama Xenon Pick Up, Mesinnya Sama Dengan Mahindra

Tata Yodha Xenon pick up Indonesia: Pernah dijual sebagai Xenon pada 2016 dengan mesin diesel 2.2L sama Mahindra Scorpio, opsi 4x2/4x4.

1 hari yang lalu

Truk
Tidak Hanya Mahindra, 4 Brand Ini Akui Dapat Pesanan Proyek Koperasi Desa Merah Putih

Jumlah pesanan keseluruhnya sebanyak 80.000 unit.

1 hari yang lalu


Truk
Dirikan 11 Posko Dan 7 Bengkel Siaga, Hino Jaga Operator Selama Musim Lebaran

Antisipasi munculnya kendala teknis yang harus diperbaiki segera saat frekuensi operasional meningkat

1 hari yang lalu


Pikap
Inilah Sosok Mahindra Scorpion, Pernah Hadir Di Indonesia Tahun 2019

Ternyata model barunya akan keluar tahun 2026 ini juga. Simak detailnya

1 hari yang lalu