BUS-TRUCK - Mengemudikan kendaraan komersial sebenarnya butuh keahlian tersendiri. Bukan sekadar paham soal manuver dengan kendaraan berbodi besar. Karena kepatuhan soal keselamatan berkendara setiap saat justru jadi faktor yang masih sering terabaikan.
Nah, soal keselamatan dalam mengemudi itu tidak hanya berhubungan dengan pengguna jalan lain, berkaitan dengan penumpang ataupun barang muatan juga masih jadi isu besar di dunia transportasi nasional.
Sebab, untuk pada dasarnya meski sama-sama kendaraan niaga, namun untuk mengemudikan bus dengan ‘baik dan benar’ ternyata butuh treatment yang berbeda.
Sebagaimana pernah diungkapkan oleh Sekjen DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, yang ditemui di sela GIIAS 2024. Ia menyebutkan bahwa mayoritas pengemudi bus dibentuk oleh ‘alam dan lahir dari pengalaman.
Kondisi tadi menurut pria yang juga petinggi PO SAN itu, menjadikan tidak banyak yang bisa diharapkan soal standar kecakapan mengemudikan bus.
Kompetensi seperti itu tidak bisa dibentuk oleh alam, seperti juga diungkapkan oleh pemilik PO Pesona, Mas Wahid, ”Paling mudah seperti menggambarkan perilaku mengemudi gaya ‘anak terminal’ atau ‘anak kuliah’.”
Perjumpaan langsung dengannya beberapa waktu lalu (18/1), juga berujung pada penjelasan bahwa kendali emosi pramudi saat di bekerja juga berubah ketika pihaknya mengirimkan secara reguler awak bus ke lembaga pelatihan mengemudi asuhan Hino Indonesia.
Menurut pria yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah tersebut, di lapangan saat memutuskan untuk menyalip kendaraan lain dan respon ketika disalip bus lain jadi lebih terkendali.
Karena pengemudi yang sudah diberi pelatihan tambahan, lebih bisa memahami soal waktu tempuh yang aman bagi dirinya dan penumpang ketimbang soal salip menyalip.
Baca juga: Korlantas Polri: Korban Kecelakaan Mayoritas Kaum Pria
Baca juga: Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak
Pelatihan mengemudi yang bersertifikasi nasional
Berbekal kurikulum pelatihan yang berstandar nasional yang diverifikasi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Hino Total Support Customer Center (HTSCC) yang menyelenggarakan Hino Driving School Program bisa jadi salah satu opsi untuk menempa kecakapan mengemudikan bus di Indonesia.
Berlokasi di kawasan Purwakarta, Jawa Barat, ada sejumlah materi yang akan diberikan secara intensif seperti; Mengikuti prosedur K3 di tempat kerja, Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan kerja, Menerapkan peraturan lalu lintas saat bekerja, Memeriksa fungsi teknis kendaraan bermotor angkutan orang, Mengemudi secara antisipatif (Defensive Driving), sampai Menerapkan etika pengemudi.
Sejumlah praktik lapangan juga jadi menu penting selama pelatihan. Seperti soal parkir mundur, lalu melatih kebiasaan pengereman yang efektif serta menjaga jarak dalam mengemudi, deteksi bilnd spot, pemeriksaan kondisi fisik kendaraan sebelum beroperasi, hingga belajar memahami lintasan jalan yang berkelok.
HTSCC dilengkapi dengan fasilitas pelatihan komprehensif, termasuk area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi, serta lintasan uji sepanjang 800 meter. Tentu saja disediakan ruang kelas, simulator mengemudi, serta berbagai modul keselamatan dan teknik berkendara lainnya.
Senior Officer Public Relation Department PT HMSI, Aditya Utomo, menyebutkan ada beberapa paket pelatihan di fasilitas HTSCC:
- 1 Day Training (1 hari), biaya Rp1,3 juta per orang.
- Smart Driving Training (2 hari), biaya Rp2,3 juta per orang.
- Smart Driving Training plus Sertifikasi BNSP (3 hari), biaya Rp4 juta per orang.
Menurut Aditya, pelatihan di fasilitas Hino Indonesia itu bisa diikuti oleh perorangan maupun kolektif.
Jika berminat untuk mendapatkan pelatihan bisa menghubungi nomor kontak 0811-1703-1266 dan 0811-1703-066. (EW)
