Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Kata Pakar, Masih Banyak Pengemudi Bus Di Indonesia Yang Tidak Punya Skill Memadai

Bercampur dengan kemacetan lalu lintas serta kondisi armada yang tak selalu prima menjadi faktor banyaknya kecelakaan bus.
Bus
Selasa, 23 Desember 2025 18:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Masih banyak pengemudi bus yang kurang terampil dalam mengemudi (Foto :Antara)


BUS-TRUCK – Diduga hilang kendali, pekan ini (22/12) sebuah bus PO Cahaya Trans yang mengangkut 34 penumpang terguling di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Bus dengan nomor polisi B. 7201 IV tersebut berangkat dari Jatiasih, Jakarta menuju Yogyakarta. Kejadian nahas di dini hari itu, seperti dikutip dari Antara, membuat 15 orang penumpang meninggal dunia.

Jika dicermati, setidaknya ada dua hal yang krusial dan butuh perhatian serius dari pemerintah atas berulangnya kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan angkutan penumpang dan barang, pertama soal kecakapan pengemudi. 

BACA JUGA

Soal kedua adalah pemantauan kondisi laik jalan dari kendaraan angkutan penumpang itu sendiri. Sudah waktunya dilakukan ramp check yang tidak hanya saat uji KIR ataupun menjelang hari besar nasional. 

Dari sisi pengemudi, ada fenomena yang masih belum teratasi atas kecakapan mengemudi bus. “Hari ini pengemudi (bus, Red) dibentuk oleh ‘alam’, lahir dari pengalaman,” ungkap Kurnia Lesani Adnan, petinggi SAN Transport. 

Berdasarkan catatan Bus-Truck.id, disela perhelatan GIIAS 2024 (18/7) yang lalu, pria yang akrab dipanggil Sani itu mengungkapkan meskipun pada dasarnya sama-sama kendaraan niaga namun untuk mengemudikan bus dengan baik dan benar ternyata butuh penanganan yang berbeda jika dibandingkan mengemudikan kendaraan angkutan barang. 

Dilanjutkan lagi olehnya, bahwa jika melihat dari sisi fisik dan juga keterampilan, saat ini lebih banyak jumlah sopir dibandingkan pengemudi atau pramudi. Lebih spesifik lagi, tanpa bermaksud merendahkan, pemahaman seorang sopir acap disebut mudah mengabaikan hal-hal yang penting, misalnya soal kelelahan.

“Nah itu ada kaitannya dengan profesionalisme bagi seorang pengemudi, misalnya, jika kondisi tidak fit maka dirinya tidak akan memaksakan diri atau jika kendaraan tidak siap maka tidak diberangkatkan juga,” jabar Sani.

“Pengemudi bus yang profesional, contoh sederhana, bisa mengambil keputusan untuk beristirahat jika kondisi tubuhnya sudah kelelahan, menghindari kondisi fatigue,” analisanya lebih lanjut.

Tidak banyak operator bus yang membatasi kecepatan maksimal laju armadanya sampai 80 km/jam seperti Sinar Jaya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Korlantas Polri: Kecelakaan Bisa Tingkatkan Kemiskinan

Baca juga: Banyak Driver Kendaraan Besar Tak Paham Cara Mengemudi...

Antara tuntutan perusahaan dengan masih rendahnya kemampuan mengemudi bus

Hal-hal tersebut senada dengan temuan di lapangan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana. Saat memberikan pengarahan soal defensive dan safety driving di salah satu PO raksasa di Bekasi, Jawa Barat, partisipan dari pihak pengemudi mengemukakan adanya dilema umum atas arahan dari pihak manajemen operator bus.   

“Feedback dari para pengemudi sebelumnya, umumnya soal ritase yang dicanangkan oleh managemen, harus sampai tepat waktu. Sementara hal tersebut susah diterapkan mengingat kondisi lalu lintas di sini yang cenderung padat  dan macet,” ungkapnya saat dihubungi pekan ini (22/12).  

Situasi dilematis tadi kemudian bercampur dengan kondisi ada kendaraan yang tak selalu dalam kondisi prima. 

Sony menjabarkan lagi, tuntutan untuk memacu bus agar sampai di tujuan tanpa terlambat ternyata juga tidak banyak diimbangi oleh realita bahwa tidak semua pengemudi bus mempunyai kemampuan mengemudi yang mumpuni. 

Menjadi bukan hal yang aneh sebenarnya, menurut Sony lagi, jika bicara kecelakaan yang melibatkan bus rata-rata akibat overspeed. 

Paparan Sony itu bisa berkorelasi juga dengan penjabaran Sani sebelumnya bahwa pramudi bus di Indonesia memang masih rendah pemahamannya soal kesadaran maupun kemampuan mengemudikan bus dengan baik dan benar. (EW)

Menetapkan denda atau claim atas kelalaian pengemudi yang berakibat kerusakan bus termasuk efektif menekan tingkat kecelakaan sebuah perusahaan otobus (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)Pemakaian alat telematika di bus untuk peningkatan standar safety sudah mendesak dijadikan aturan wajib oleh pemerintah (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Kecelakaan Cahayatrans
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Untuk Kesekian Kalinya, Kantuk Sopir Bus Berujung Petaka

Menahan rasa kantuk ada batasnya, dan biasanya tanpa disadari akan berubah jadi microsleep.

1 hari yang lalu


Van
Saat Mudik Lebaran Jangan Naik Travel Ilegal Agar Terhindar Potensi Kecelakaan

Travel ilegal dan pengemudinya tidak bisa dijamin kelaikan kendaraan serta kecapakan mengemudinya

1 hari yang lalu


Tips
Harap Selalu Jaga Jarak Agar Terhindar Dari Tabrakan Beruntun

Cuma butuh empat detik untuk bisa selamat atau malah celaka

10 bulan yang lalu


Bus
Lagi, Bus AKAP Terbalik Di Tol Trans Jawa Karena Kelalaian

'Sumber masalah' adalah perpaduan rendahnya kedisiplinan, kelelahan, dan minimnya standar kemampuan mengemudi

11 bulan yang lalu


Truk
Catat Tanggal Truk Dilarang Beroperasi Di Libur Nataru

Berlaku di jalur tol maupun arteri

11 bulan yang lalu

Truk
Tragedi Truk ‘Rem Blong’ Di Slipi, Apa Beda Mengantuk Dan Microsleep?

Keduanya sama-sama berpotensi mematikan

11 bulan yang lalu


Truk
Panduan Aman Mengemudikan Truk Ala Mitsubishi Fuso

Terlihat sekadar kegiatan rutin namun sangat vital pegaruhnya

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Penyebab Yang Sebenarnya Dari Rem Blong

Tidak peduli perawatan sistem pengereman bak menunggu waktu ‘apes’

1 tahun yang lalu


Terkini


Bus
Transjakarta Tambah Jam Operasional Dini Hari Saat Arus Balik

Bus layanan khusus itu hubungkan terminal Pulo Gebang dengan terrminal pendukung di sebagian besar wilayah Jakarta

1 hari yang lalu

Bus
Transjakarta Sediakan Bus Khusus Keliling Kota

Transjakarta sediakan rute bus wisata Lebaran seperti Open Top Tour Jakarta-Batavia, Seaside, dan BW series untuk jelajahi kawasan bersejarah serta pesisir kota.

1 hari yang lalu


Bus
Harap Diingat, Bahu Jalan Hanya Untuk Lintasan Darurat

Tidak bisa dilintasi secara sembarangan apalagi untuk keperluan menyalip

1 hari yang lalu


Bus
Jelang Mudik 2026, DCVI Siapkan 12 Titik Mercedes-Benz Bus Lebaran Rescue

Didukung mekanik dengan kompetensi yang tersertifikasi standar global

1 hari yang lalu

Bus
Catat, Puncak Arus Mudik Bus Dari Jakarta Tanggal 15-16 Maret 2026

Puncak arus mudik bus Jakarta 15-16 Maret 2026: Penumpang AKAP melonjak di Terminal Lebak Bulus, posko mudik didirikan, ramp check ketat diterapkan.

1 hari yang lalu