Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Inilah Yang Membuat Neo Grantour Jadi Microbus Rasa Medium Bus

Berbeda sejak proses persiapan sasis
Bus
Sabtu, 21 Desember 2024 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Karoseri Trijaya Union intensif mengembangkan desain microbus sampai big bus dengan desain yang lebih fungsional di segala aspek


BUS-TRUCK – Kehadiran unit microbus Neo Grantour karya karoseri Trijaya Union  di area parkir Hall 11, ICE BSD, saat ajang GIIAS 2024 sepatutnya jadi perhatian bagi jagad desain bus nasional. 

Apalagi kalau bukan soal desain tarikan garis yang ‘boxy’ membuat sodoran karya karoseri yang bermarkas di Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten, ini jadi tampil beda dibandingkan desain-desain microbus yang sudah ada. 

Ditemui langsung di markas Trijaya Union beberapa waktu lalu (7/12), R. Dhimas Yuniarso selaku President Director menyebutkan bahwa pihaknya melakukan riset intensif selama satu tahun atas model Neo Grantour. 

BACA JUGA

Secara khusus ia menyebutkan bahwa pihaknya memang mengincar model microbus karena dalam pengamatannya model ini akan punya demand yang tinggi mengingat meningkatnya juga kebutuhan perjalanan komuter untuk jarak yang tidak terlalu jauh. “Baik untuk kebutuhan pariwisata maupun keperluan komersial yang lain,” ungkapnya. 

Dalam perjalanan riset itu didapat sejumlah masukan dari sejumlah operator bus soal desain microbus yang ‘ideal’. Soal durability, akomodasi bagi penumpang, sampai desain pintu untuk akses keluar masuk kabin jadi catatan-catatan yang digarisbawahi oleh mereka. 

Salah satunya yang juga sempat ditemui langsung adalah Anthony Steven Hambali, orang nomor satu di PO Sumber Alam. 

Saat ditemui langsung di ajang GIIAS 2024, Anthony kala itu memang mengakui kalau pihaknya memang sengaja memilih desain kotak pada Neo Grantour demi memaksimalkan soal ergonomi.

Sejurus kemudian Dhimas menyebutkan, salah satu ‘kelemahan’ dari desain microbus yang ada saat ini adalah membuat penumpang harus membungkuk saat berdiri di dalam kabin. “Artinya soal akses di dalam kabin memang menjadi kendala, berarti soal kenyamanan yang lain juga kondisinya serupa,” bebernya. 

Headroom dan legroom paling lapang di kelas microbus buatan karoseri Dek kabin yang rata ditambah plafon yang tinggi, karena tidak pakai patokan dari dimensi cab bawaan pabrik sasisBandingkan posisi di antara sasis dan bodi yang sudah jadi

Dek ‘rata sasis’ jadi terobosan 

Mengutamakan headroom maupun legroom setidaknya menjadi dua hal yang diutamakan pada desain Neo Grantour. 

Dandi Trisnandar yang menjadi Engineering Head Trijaya Union menyebutkan kedua hal tadi bisa diakomodir, salah satunya dengan tidak memanfaatkan cab atau kepala dari sasis bawaan pabrik yang biasa dilakukan oleh karoseri lain. 

“Karena tidak berpatokan pada cab itu maka kami lebih leluasa untuk membuat headroom menjadi lebih tinggi dibandingkan desain microbus yang sudah ada saat ini. Selain itu, dek untuk kabin kami posisikan ‘menempel’ langsung di sasis tanpa ada berbagai tekukan yang biasanya muncul pada desain microbus buatan karoseri,” paparnya. 

Diterangkannya lagi, ide terobosan pada struktur bodi itulah juga yang menjadikan desain microbus yang konon sudah mendulang pesanan lebih dari 80 unit itu punya headroom paling tinggi dibandingkan desain microbus buatan karoseri lain.   

Meski ketinggian bodi secara keseluruhan Neo Grantour menjadi lebih tinggi dibandingkan desain microbus buatan karoseri pada umumnya, diyakinkan oleh Dandi bahwa desain unggulan mereka ini punya faktor side rolling yang baik. “Sesuai regulasi batasnya 15 derajat, pada Neo Grantour berada di angka 11 derajat,” kata Dandi lagi. 

Selain itu, ini juga merupakan masukan dari pihak operator, bantingan kaki-kaki microbus buatan karoseri umumnya tidak nyaman. “Kami melakukan modifikasi khusus pada struktur per daun, dicari settingan yang paling nyaman sambil memperhatikan soal body rolling,” ungkap Dandi lagi. 

Karena ada banyak keleluasaan dalam soal plafon kabin itu pula yang membuat tata ruang untuk penempatan modul AC juga lebih presisi. “Kami bersama tim Trijaya Union mendesain ulang layout AC untuk microbus, sampai kami mengeluarkan paket khusus yang dinamakan YR380,” ungkap Satria yang merupakan Engineer dari Yaruki Indonesia yang berperan banyak dalam pengembangan sistem pengatur suhu kabin pada Neo Grantour. 

Diungkapkan oleh Satria lagi, modul YR380, sesuai dengan request pihak Trijaya Union, awalnya diminta untuk mengatasi kelemahan sistem pendingin kabin microbus yang kurang efektif menjangkau penumpang di bagian belakang.        

“Dengan mencoba berbagai komponen maupun settingan sampai titik keluar hembusan AC akhirnya didapat seperti yang ada pada Neo Grantour. Karakternya menyejukan, bukan mendinginkan kabin, ini bisa membuat soal kenyamanan lebih baik,” pungkas Satria. (EW)

Baca juga: GIIAS 2024: Tampilan Medium Bus Makin Maksimum

Baca juga:GIIAS 2024: Desain ‘Out of The Box’ Karya Trijaya Union

Bodi Neo Grantour Karoseri Trijaya Union 2024 - Titik louvre di pilar A jadi salah satu kuncian udara kabin yang 'sejuk'


Tags Terkait :
Microbus Trijayaunion Neograntour Karoseri Yaruki Ac
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Bus
Inilah Yang Membuat Neo Grantour Jadi Microbus Rasa Medium Bus

Berbeda sejak proses persiapan sasis

1 tahun yang lalu


Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 bulan yang lalu


Bus
Bodi Grantour Semakin Banyak Populasinya

Bodi Grantour Hino Bus 115 SDBL semakin populer di kalangan operator pariwisata, menjawab kebutuhan armada medium dengan desain nyaman dan efisien.

2 bulan yang lalu


Bus
Jangan Lengah Saat Menyewa Bus Pariwisata Di Musim Liburan

Pastikan selalu armada sewaan dalam kondisi laik jalan dalam hal teknis maupun administrasi agar terhindar dari potensi kecelakaan.

1 bulan yang lalu


Terkini

Bus
DCVI Anggap Operator dan Mitra Karoseri Seperti Keluarga

Ditambah upaya konsisten menjaga pelayanan purna jual agar operasional para operator tetap terjaga.

1 jam yang lalu


Bus
Juragan 99 Sepakat Boyong Puluhan Unit Bus Di GIIAS 2026

Juragan99 Trans pesan 31 unit Volvo B11R GIIAS 2026 melalui PT Indotruck Utama. Perusahaan juga sepakat bangun dua unit double decker berbasis sasis Scania K450CB untuk layanan AKAP premium.

9 jam yang lalu


Bus
PO Bagong Borong 61 Unit Bus Hino Di GIIAS 2026

Dilakukan untuk penambahan armada serta peremajaan unit.

1 hari yang lalu


Van
Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

Sebagai bagian dari pelayanan lengkap bagi pemilik armada.

1 hari yang lalu

Bus
Bus Fuso Dibuat Lebih Panjang Untuk Bidik Peluang Besar Industri Pariwisata

Dirinya mengatakan peluncuran Canter Extra Long Bus FE 84G BCL dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi wisata sekaligus mengikuti regulasi pemerintah yang terus berkembang.

1 hari yang lalu