Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

PO ANS Siapkan Bus Baru Berkaca Tunggal

Bodi bus tersebut digarap oleh karoseri Morodadi Prima, Malang. Basisnya bodi New Patriot yang dirombak menjadi single glass pada kaca depannya.
Bus
Kamis, 22 April 2021 12:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Alih-alih mengandalkan tampilan kaca tumpuk alias double glass seperti bus-bus saat ini, PO ANS justru menyiapkan sesuatu yang beda. Pasalnya, dari bocoran di grup ANS, terlihat jika bus anyar mereka bakal berkaca tunggal.

Bodi bus tersebut digarap oleh karoseri Morodadi Prima, Malang. Basisnya bodi New Patriot yang dirombak menjadi single glass pada kaca depannya.

Hal tersebut membuat tampang New Patriot langsung beda. Selain posisi bumper depan yang lebih tinggi, tak ada lagi panel 'topi' sebagai pemisah kaca seperti di versi double glass. Efeknya, pandangan dari dalam akan makin luas, tanpa halangan topi tersebut.

BACA JUGA

Lebih jauh, bus tersebut dibangun di atas sasis Mercedes-Benz OH1626 yang sudah dilengkapi suspensi udara. Bus berkelir biru tersebut akan jadi armada Royal Executive Class dengan rute antarkota dari Sumatra Barat ke Jakarta dan Bandung.

Total bangku yang tersedia di Royal Executive Class hanya 30 dengan ukuran besar dan dilengkapi arm rest model paten. Fasilitas di jok tersebut antara lain USB charger dan leg rest. Sedangkan kelas eksekutif standar mencapai 36 seat tanpa leg rest dan USB charger.

Informasi lainnya, PO ANS merupakan salah satu perusahaan yang terbilang fanatik pada satu merek sasis dan karoseri. Di mana perusahaan asal Padang, Sumatra Barat ini hanya mengandalkan sasis keluaran Mercedes-Benz dan bodi dari Morodadi Prima.


Tags Terkait :
PO ANS Bus ANS Bus Baru ANS
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Karoseri Laksana Kembali Menghadirkan Bus Single Glass

Karoseri Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah pekan ini merilis bus baru yang mengandalkan body Legacy SR2 tapi versi single glass.

4 tahun yang lalu


Bus
PO ANS Siapkan Bus Baru Berkaca Tunggal

Bodi bus tersebut digarap oleh karoseri Morodadi Prima, Malang. Basisnya bodi New Patriot yang dirombak menjadi single glass pada kaca depannya.

5 tahun yang lalu


Bus
Satu Lagi Bus Asal Sumbar Pakai Bodi Morodadi Prima, PO Transport Express

Dari sisi tampilan, terlihat ciri khas Transport Express lewat kelir dominan putih dengan livery bodi berwarna semarak seperti merah, biru dan kuning. Tak ketinggalan ada logo kuda pegasus.

5 tahun yang lalu


Berita
Hadirkan Bus Baru, PO MPM Konsisten Pakai Hino Dan Bodi Laksana

Setelah PO ANS merilis kelas baru, Royal Executive Class, maka PO MPM (Mutia Putri Mulia) menghadirkan armada baru.

5 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

1 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

2 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

5 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

6 hari yang lalu