Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

FIRST DRIVE: Mitsubishi Outlander PHEV 2018 Versi Prancis

Kami terbang ke Prancis untuk mencoba Mitsubishi Outlander PHEV terbaru.
First Drive
Kamis, 12 Juli 2018 16:00 WIB
Penulis : Soni Riharto


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Atas kesempatan dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), akhir Juni lalu OtoDriver mencoba Mitsubishi Outlander PHEV terbaru. Dari kesempatan ini pun kami mendapati beberapa fakta dan impresi terhadap Outlander PHEV versi 2018 ini.

Lokasinya di pengunungan yang merupakan sebuah perkebunan anggur dan lavender di Saint Saturnin, kurang lebih 1 jam perjalanan darat dari Marseille, sebuah kota di selatan Prancis.

Setibanya di lokasi yang dikelilingi banyak bunga lavender berwarna ungu, itu sudah berjejer 4 unit Outlander PHEV 2018 yang dilansir pada Maret 2018 lalu di Geneva Motor Show. Bentuk luarnya tak jauh beda dengan sebelumnya. Hanya beberapa perubahan kecil seperti garis lampu depan dan belakang. Atau mayoritas mirip dengan beberapa unit Outlander PHEV yang disumbangkan ke Kementrian Perindustrian.

Perbedaan besar hanya pada mesin sebagai generator listrik. Unit yang kami tes ini menggendong dapur pacu berkapasitas lebih besar 400 cc dari pendulunya yang hanya 2.000 cc. Seperti yang dipaparkan di artikel sebelumnya, dengan mesin baru diharapkan jangkauan perjalanan bisa lebih jauh.

Ketika bersiap untuk mengemudikan langsung, ada dua hal yang harus segera kami ubah mindset mengemudi. Pertama SUV listrik yang kami coba ini setirnya di sebelah kiri. Artinya, kebiasaan right hand drive puluhan tahun harus dilupakan sejenak. Karena feeling mengemudi sangat berbeda dari berkendara sehari-hari di Jakarta. 

Berikutnya adalah, di dalam kabin atau ketika kita mau menjalankan kendaraan, tidak ada suara mesin. Tentunya hal ini mempengaruhi kebiasaan seumur kita mengemudi.

Ketika mulai mengelilingi area tes yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan, posisi tuas diletakkan di posisi D. Sebagai catatan tuas memiliki 4 pilihan dan tidak ada transmisi. Dari D (maju), N (netral), R (mundur) dan B (braking/regeneratif). Tombol P (Park) berada di balik tuas. Selebihnya di samping pilihan pergerakan ada tombol SAVE CHRG (efisiensi untuk baterai dan mesin), EV (hanya penggunaan baterai) dan di bawahnya ada pilihan Sport dan Twin Motor atau 4WD.

Di bayangan kami, sesuatu yang digerakkan motor listrik sudah memiliki torsi sejak awal. Tapi tidak begitu rasanya. Outlander PHEV ini bergerak halus tanpa ada sentakan tosi yang mengejutkan. Ini lantaran kedua motor yang berada di sumbu roda depan (60 kwh) dan belakang (70 kwh) menerima listrik secara bertahap sesuai perintah komputer yang membaca pedal gas di kaki.

Bentuk jalan memang tidak banyak pilihan. Kebanyakan jalur lurus yang idak lama dihadang tikungan. Selama perjalanan ini, power motor lstrik memang terasa gradasi. Artinya, jika pedal gas diinjak penuh pun, mobil tidak langsung melesat. Tapi untuk ukuran sebuah mobil listrik, terasa cukup. Agak berbeda ketika posisi Sport dipilih. Terasa lebih ada hentakan, tapi tentunya tidak seperti mobil bermesin konvensional.

Hal yang masih membuat kami penasaran sebenarnya ketika diletakkan di tuas transmisi di posisi B. Jika ini menjadi pilihan, kita bisa memainkan tuas di balik setir dari B0 hingga B5. Fungsinya mirip dengan engine braking, di mana jika makin tinggi angka posisi B, semakin terasa penahanan kecepatannya.

Misal saat melintas di turunan curam, posisikan di B5, mobil akan berkurang kecepatannya seperti kita memindahkan ke gigi rendah. Nah pada posisi B ini juga, selain bertugas mengurangi laju, juga terjadi regenerasi listrik yang langsung dikirim ke baterai.

Lantas bagaimana tugas mesin? Selama 20 menit perjalanan, hanya sekali kami merasakan "generator" berkode 4B12 itu hidup mengisi baterai. Itu pun karena ada tanda di indikator. Artinya, suara sangat halus, minim getaran dan membuat OtoDriver nyaris tidak tahu kalau sedang unit tersebut bekerja.

Saat sedang mengisi ulang daya, putaran maksimum hanya di sekitar 2.500 rpm. Dicoba akseklerasi pun, hentakan mesin sangat halus. Maklumlah sifatnya membantu melalui gir tambahan dan hanya mampu berputar hingga 5.000 rpm saja.

Kesimpulan

Secara impresi keseluruhan, Outlander PHEV ini cukup baik. Hanya ada beberapa yang kami rasa kurang, seperti suara ban dan angin yang terdengar. Dan seperti mobil listrik lain, AC-nya kurang dingin.

Foto tambahan


Tags Terkait :
Mitsubishi Outlander Outlander PHEV
S

Soni Riharto

Board of Director

Jurnalis paling senior Otodriver ini sudah makan banyak asam garam di dunia otomotif. Mulai jadi wartawan, editor, drag...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mitsubishi XForce Dapatkan Upgrade Suspensi, Ini Hasilnya

Mitsubishi melakukan revisi pada suspensi XForce, sehingga kini jadi lebih nyaman dan empuk.

2 hari yang lalu


Berita
Komparasi Penggerak dan Baterai Mitsubishi XForce HEV vs Toyota Yaris Cross HEV vs Honda HR-V e:HEV

Segmen Compact SUV hybrid di Indonesia kini semakin ramai. Simak perbandingan dari pemain terkuat di kelasnya.

2 hari yang lalu


Berita
Ini Perbedaan Sistem Pada Mitsubishi XForce HEV dan Xpander HEV

Perbedaan sistem hybrid XForce HEV dan Xpander HEV terletak pada generasi teknologi. XForce mengadopsi sistem lebih baru dengan transaxle dua speed, sedangkan Xpander masih menggunakan single speed.

5 hari yang lalu


Berita
Ini Keunggulan Hybrid Dibandingkan PHEV Maupun BEV Menurut Mitsubishi

Mitsubishi resmi meluncurkan XForce Hybrid di Indonesia. Menurut mereka, model ini memiliki banyak keunggulan.

6 hari yang lalu


Berita
Beda Tampilan Kasat Mata Mitsubishi Xforce Hybrid dan Penyegaran Versi Bensin

Mitsubishi Xforce Hybrid dengan penggerak hybrid baru melakukan kiprahnya di Indonesia. Pada saat yang sama pihak Mitsubishi Indonesia juga meluncurkan improvement baru bagi model Xforce versi ICE.

1 minggu yang lalu


Berita
Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Meluncur Rp 445 Juta, Siap Delivery Di Agustus

Mitsubishi Xforce Hybrid resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp 445 juta OTR Jakarta. Varian HEV pertama Mitsubishi ini diproduksi lokal dan siap dikirim Agustus 2026.

1 minggu yang lalu


Berita
5 Keunggulan MG ZS Hybrid+ Dibandingkan Honda HR-V Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid dan Mitsubishi XForce Hybrid

MG ZS Hybrid+ sudah dijual di Indonesia dan langsung bersaing dengan SUV compact hybrid lainnya. Ini beberapa keunggulan MG ZS.

1 minggu yang lalu


Berita
Hybrid Electric Vehicle Pertama Mitsubishi Dipastikan Meluncur Minggu Ini, Berikut Bocorannya

Dalam minggu ini Mitsubishi bakal hadirkan SUV HEV perdana di Indonesia.

1 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Gratis Untuk Pengguna EV Toyota, Di Sini Lokasinya

Toyota terus menambah Toyota Exclusive Parking dan Toyota Charging Spot untuk memudahkan konsumen setia ketika ingin berbelanja.

1 jam yang lalu


Berita
Tertangkap Kamera Dalam Pengujian, Mercedes-AMG G-Glass Cabrio Segera Dirilis

Mercedes-AMG G-Glass Cabrio merupakan SUV ikonik yang banyak disukai karena desain dan performanya.

2 jam yang lalu


Tips
Jangan Asal Ganti Ban Mobil, Perhatikan Load Index dan Speed Rating

Selain ukuran ban, pengendara perlu memahami arti load index dan speed rating. Kenali fungsi kode 105W pada ban mobil dan batas kemampuannya.

3 jam yang lalu


Berita
Perlu Perhatian Masa Berlaku SIM, Potensial Gagalkan Klaim Asuransi

Pentingnya mengingat masa berlaku SIM sangat penting dalam pengurusan polis asuransi.

4 jam yang lalu


Berita
Xpeng Recall Belasan Ribu Unit Di Cina Akibat Heatwave, Indonesia Sedang Investigasi

Xpeng resmi mengajukan program penarikan kembali (recall) kepada China State Administration for Market Regulation (SAMR) untuk mengatasi cacat pada sistem suspensi udara (air suspension).

5 jam yang lalu