Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

SPBU Terapkan Bensin Campur Etanol Mulai Juli 2026, Aman Dipakai Jangka Panjang?

Mulai Juli 2026 seluruh SPBU di Jawa wajib menjual bensin campuran etanol 5 persen atau E5. Apakah aman untuk mobil dalam jangka panjang? Simak penjelasan ahli ITB.
Berita
Minggu, 7 Juni 2026 06:15 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar
Seluruh SPBU di Jawa akan dicampur etanol. (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Mulai semester II 2026 atau tepatnya Juli 2026, seluruh badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) diwajibkan mencampurkan etanol sebesar 5 persen ke dalam bensin melalui program E5. Kebijakan ini akan berlaku untuk BBM nonsubsidi atau non-public service obligation (PSO) yang dipasarkan di seluruh Pulau Jawa.

Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan, khususnya mobil. Banyak yang ingin mengetahui apakah penggunaan bensin campuran etanol 5 persen aman digunakan dalam jangka panjang dan apakah berpotensi merusak mesin kendaraan?

Seluruh SPBU di Jawa Wajib Terapkan BBM E5

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa penerapan campuran etanol 5 persen merupakan amanat dari regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Jadi untuk semester II tahun 2026 ini, seluruh badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

BACA JUGA

Saat ini, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah mengenal BBM campuran etanol melalui produk Pertamax Green yang dipasarkan oleh Pertamina di sejumlah wilayah.

Apakah Bensin Campuran Etanol Aman untuk Mobil?

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai dampak etanol terhadap mesin kendaraan, Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Staf Pengajar Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), menilai penggunaan etanol dalam kadar rendah seperti E5 relatif aman.

Menurut Tri, jika campuran etanol benar-benar menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan, maka dampaknya akan terjadi secara luas dan masif pada banyak kendaraan dalam waktu yang bersamaan.

"Misalkan sekian lama sudah dicampuri etanol, yang namanya bahan bakar pasti kalau menimbulkan dampak negatif itu akan banyak sekali. Enggak mungkin efeknya cuma satu dua kendaraan, pasti massal," ujarnya dalam RAMO Podcast.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum pernah ditemukan kasus kerusakan massal kendaraan di Indonesia yang secara langsung disebabkan oleh penggunaan bensin dengan campuran etanol.

Masalah Kendaraan Biasanya Bukan Karena Etanol

Tri menambahkan, apabila terdapat kendaraan yang mengalami gangguan setelah mengisi BBM, penyebabnya belum tentu berasal dari kandungan etanol dalam bahan bakar tersebut.

Menurutnya, masalah dapat muncul akibat faktor lain seperti kondisi tangki penyimpanan BBM di SPBU, kualitas distribusi bahan bakar, hingga kondisi kendaraan yang sudah mengalami penurunan performa.

"Kalaupun ada beberapa masalah yang timbul, biasanya dicurigai berasal dari penyebab lokal, misalnya dari tangki penyimpanan di SPBU atau kondisi kendaraan itu sendiri," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jika bahan bakar menjadi penyebab utama kerusakan, maka gejalanya akan muncul secara serentak pada berbagai jenis kendaraan dan di banyak daerah.

Penggunaan E5 Sudah Umum di Berbagai Negara

Penggunaan bensin campuran etanol sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif global. Banyak negara telah menerapkan campuran etanol pada bensin dengan kadar yang lebih tinggi dibandingkan E5.

Bahkan sejumlah produsen mobil modern telah merancang sistem bahan bakarnya agar kompatibel dengan bahan bakar campuran etanol.

Kesimpulan

Penerapan BBM E5 yang mulai berlaku di seluruh Pulau Jawa pada Juli 2026 dipastikan menjadi langkah besar dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Berdasarkan penjelasan akademisi ITB, campuran etanol 5 persen pada bensin dinilai aman digunakan untuk mobil dalam jangka panjang. (GIN)


Tags Terkait :
Bbm Etanol Pertamina
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
SPBU Terapkan Bensin Campur Etanol Mulai Juli 2026, Aman Dipakai Jangka Panjang?

Mulai Juli 2026 seluruh SPBU di Jawa wajib menjual bensin campuran etanol 5 persen atau E5. Apakah aman untuk mobil dalam jangka panjang? Simak penjelasan ahli ITB.

2 jam yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu


Berita
Mulai Semester II 2026, Pengguna Mobil Akan Menggunakan BBM Campur Etanol

BBM bioetanol E5 mulai diterapkan pada 2026. Apakah aman untuk tangki dan mesin mobil? Simak penjelasan ahli ITB mengenai risiko karat dan dampaknya bagi kendaraan.

1 hari yang lalu


Berita
Katanya Pertalite Dicampur Etanol? Pertamina Pastikan Itu 'Hoax'

Tidak bisa begitu saja tercampur dengan materi air. Berikut penjelasannya.

7 bulan yang lalu


Berita
Amankah Mesin Mobil Modern Gunakan BBM Bercampur Etanol? Ini Kata Pakar

Bioetanol dinilai jadi solusi transisi energi hijau tanpa perlu ubah mesin. Namun, apakah aman buat mesin kendaraan seperti mobil?

7 bulan yang lalu


Berita
BBM Subsidi Pertalite Bisa Saja Dihapus dari Peredaran

Pertamina pernah punya wacana akan menaikan BBM RON 90 ke RON 92 pada tahun 2024

2 tahun yang lalu


Berita
Pertalite Tidak Dihapus, Hanya Dibatasi Konsumenya

Efisiensi dilakukan agar penggunaan BBM RON 90 tersebut tepat sasaran.

2 tahun yang lalu


Berita
Pertamax Green 92 Akan Dijual Lebih Mahal

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pangsa pasar jenis bahan bakar itu sulit untuk disubsidi.

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Jetour Targetkan 1.000 Unit T1 Terjual

Harga Jetour T1 Rp 388 juta ditawarkan untuk 500 konsumen pertama di Indonesia. Jetour menargetkan penjualan 1.000 unit SUV T1 yang diluncurkan dengan pilihan mesin bensin dan PHEV.

1 jam yang lalu


Berita
SPBU Terapkan Bensin Campur Etanol Mulai Juli 2026, Aman Dipakai Jangka Panjang?

Mulai Juli 2026 seluruh SPBU di Jawa wajib menjual bensin campuran etanol 5 persen atau E5. Apakah aman untuk mobil dalam jangka panjang? Simak penjelasan ahli ITB.

2 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Berhasil Jual Belasan Ribu Unit Bulan Mei, Gran Max Terlaris Disusul Sigra dan Ayla

Penjualan Daihatsu Mei 2026 tercatat 12.531 unit, naik 25 persen dari tahun sebelumnya. Gran Max menjadi model terlaris, diikuti Sigra dan Ayla dengan mayoritas produk lokal.

14 jam yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

14 jam yang lalu


Berita
Hyundai Santa Fe EREV Bakal Hadir 2026, Intip Spesifikasinya

Hyundai Santa Fe EREV direncanakan sebagai model EREV pertama Hyundai dengan jarak tempuh hingga 960 km. Perkenalan pada publik dijadwalkan pada 2026.

17 jam yang lalu