OTODRIVER – Pada kuartal pertama 2026 ini, BYD menjanjikan akan mulai produksi mobilnya di Indonesia.
Namun ternyata bukan melulu mengenai sarana produksi saja yang direncanakan raksasa dari Shenzhen ini, namun dipikirkan juga rencana ekosistemnya.
Ekosistem ini termasuk di dalam rangkaiannya adalah fasilitas daur ulang baterai.
“Fasilitas daur ulang baterai akan disiapkan di pabrik di Subang,” tutur General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang.
"BYD memikirkan ekosistem EV terutama baterai dari perancangan hingga daur ulang,” tegasnya saat ditemui di Zhengzhou, China belum lama ini.
Sampai saat ini BYD dikenal sebagai pabrikan yang cukup piawai dalam hal baterai tegangan tinggi untuk EV.
Ia pun dikenal luas sebagai pembuat baterai kelas dunia. Bahkan produk baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP)nya pun digunakan pada beberapa brand lain mulai dari Tesla Model Y, Toyota dengan BZ3 hingga beberapa model EV dari Mercedes-Benz.
Berbincang mengenai BYD dan baterai, bukanlah hal yang baru.Sebelum sohor sebagai pabrikan otomotif, BYD sudah terlebih dulu terjun ke dalam bisnis baterai handphone yang sudah dirintis sejak 1995 untuk Nokia hingga Motorolla.
Kejayaan BYD terjadi saat pabrikan ini mampu mengemas ulang penemuan John B Goodenough sang penemu racikan kimia dari LFP yang dituangkannya dalam bentuk Blade Battery yang dirilis pada 2020 dan segera mendapatkan popularitas digunakan mobil listrik. (SS)
