Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Rem Cakram, Keunggulan Yang Sempat Tertunda

Keunggulan rem cakram dibanding rem tromol mulai diakui luas setelah sempat tertunda puluhan tahun karena keterbatasan material pada awal abad ke-20.
Berita
Senin, 1 Juni 2026 16:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Rek cakram. (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Saat ini rem cakram jamak digunakan oleh banyak produsen otomotif, bahkan boleh dikatakan bahwa semua mobil penumpang sudah menggunakan rem cakram pada bagian depan sebagai standar.

Penggunaannya pun kian tersebar luas digunakan sebagai rem bagian belakang. 

Bahkan mobil-mobil LMPV seperti Hyundai Stargazer (walau hanya digunakan beberapa varian atas) sudah penggunaa rem cakram pada keempat rodanya.

Konsep kerja rem cakram ditemukan pertama kali di Inggris pada abad 19 dan kemudian dipatentkan oleh Frederick Willian Lanchseter pada 1902.

Namun penggunaan rem cakram ternyata tak langsung bisa diterima. Keterbatasan material yang ada saat itu meredupkan dalam penggunaannya. 

Saat itu rem cakram menggunakan material dari tembaga yang berisik dan mudah aus.

BACA JUGA

Dalam pengaplikasian, rem cakram jauh lebih mahal dan kala itu belum ada material yang cocok. Kondisi saat itu disebutkan bahwa kaliper rem yang dibuat dari tembaga tidak tangguh dan mudah mengalami keausan. 

Dan selama kurang lebih 40-tahunan rem cakram justru ditinggalkan dan industri otomotif lebih memilih rem tromol (drum brake). 

Namun demikian, penelitian terkait rem cakram tetap dilakukan dan seiring dengan perkembangan, material baru yakni alumunium mulai diujicoba sebagai kaliper. Alhasil kinerjanya pun  jauh lebih baik dari rem cakram generasi perintis.

Crosley Hotshot dikenal sebagai pengguna rem cakram pertama yang diproduksi masal (Foto : wikipedia)

Crosley Motor Incorporated asal Cincinnati, Ohio AS mulai memperkenalkan Hotshot sebuah mobil roadster pada 1949. Mobil inilah yang menjadi produk pertama produksi massal dalam menggunakan rem cakram. 

Kinerja rem cakram dinilai cukup bagus saat digunakan pada mobil sport pertama AS paska perang itu. Namun perlu diingat bahwa Hotshot merupakan mobil kecil sehingga masih diragukan performanya jika digunakan pada mobil berukuran besar. 

Pada tahun yang sama Chrysler menghadirkan rem cakram ini pada sedan mewahnya Imperial. Sosoknya yang besar dan bertenaga seolah menjadi media pembuktian teknologi rem cakram ini secara lebih riil. 

Imperial dibekali dengan rem cakram pada bagian depan dan rem tromol di bagian belakangnya. Bisa dikatakan bahwa melalui pabrikan 'The Big Three" inilah rem cakram benar-benar mendapatkan atensi bagi pabrikan otomotif.

Aplikasi pada Chrysler Imperial kemudian diikuti oleh pabrik lainnya. Namun karena biayanya yang mahal, teknologi ini tak langsung merakyat. Bahkan hingga 30 tahun kemudian masih ada mobil diproduksi dengan rem tromol pada keempat rodanya. 

Baru saat memasuki era 90-an rem cakram di bagian depan digunakan sebagai standar keamanan secara global. 

Chrysler Imperial 1949 model yang mempopulerkan rem cakram  (Foto : wikipedia)

Keunggulan rem cakram 

Rem tromol punya kelemahan yang fundamental dari sisi performa. Panas yang disebabkan pada proses pengereman tidak bisa lekas dirilis. 

Iapun punya masalah serius ketika menerjang air, di mana air dan kotoran bisa terjebak di dalam perangkat rem dan menyebabkan gagal pengereman.

Sebaliknya, rem cakram mampu membuang panas lebih cepat karena posisinya terbuka, tidak rentan akan kotor, dan lebih mudah dirawat.

Jenis rem cakram ini pun lebih mudah dikembangkan dalam hal performa, terutama yang terhubung dengan proses pendinginan dan performa.

Autodoc.uk mengatakan bahwa cakram punya potensi pengembangan yang lebih mudah. Penambahan lobang-lobang pada cakram dengan tujuan heat release yang lebih cepat sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Selain itu, rem cakram juga lebih luwes dalam penggunaan material mulai dari baja hingga rem karbon. 

Dengan demikian, cukup memudahkan dalam melakukan upgrade performa remnya. (SS)

Rem cakram di bagian belakang , semakin jamak digunakan sebagai standar keamanan (Foto : markondez)

Tags Terkait :
Rem Cakram Disc Brake
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Cara Mudah Membersihkan Debu Rem Yang Menempel di Pelek

Cara membersihkan debu rem di pelek menggunakan wheel cleaner: dinginkan pelek, bilas air bertekanan, semprot cleaner, lalu gosok. Tips pakar otomotif.

1 bulan yang lalu


Berita
Ini Alasan Rem Cakram Jadi Prioritas Ditempatkan Di Depan

Rem depan harus lebih kuat dari rem belakang

3 tahun yang lalu


Berita
Kenapa Rem Cakram Lebih Unggul Dari Tromol

Rem Cakram maintenance free

3 tahun yang lalu


Berita
Hal Ini Yang Sebabkan Rem Depan Harus Lebih Kuat Dari Rem Belakang.

Rem depan harus mampu menahan beban kendaraan saat terjadi pengereman yang kuat.

6 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Meluncur Rp 445 Juta, Siap Delivery Di Agustus

Mitsubishi Xforce Hybrid resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp 445 juta OTR Jakarta. Varian HEV pertama Mitsubishi ini diproduksi lokal dan siap dikirim Agustus 2026.

10 jam yang lalu


Berita
5 Keunggulan MG ZS Hybrid+ Dibandingkan Honda HR-V Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid dan Mitsubishi XForce Hybrid

MG ZS Hybrid+ sudah dijual di Indonesia dan langsung bersaing dengan SUV compact hybrid lainnya. Ini beberapa keunggulan MG ZS.

14 jam yang lalu


Pikap
Ini Harga dan Skema Cicilan Toyota New Hilux 2.8 Diesel 4x4 Dan New Hilux Battery EV AWD

Varian EV ada garansi baterai 8 tahun atau 160.000 kilometer.

15 jam yang lalu


Truk
Pihak ESDM Meyakinkan B50 Aman Buat Mesin Diesel

Sudah melewati berbagai pengujian di mesin diesel multi sektor.

16 jam yang lalu


Truk
Perkuat Layanan, Hino Resmikan Dealer Baru di Banyuwangi

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama PT Indomobil Prima Niaga (IPN), perluas jaringan layanan melalui dealer terbaru Hino di Banyuwangi, Jawa Timur.

17 jam yang lalu