OTODRIVER - Mobil hybrid terus berkembang dan menelorkan beragam varian teknologi hibrida baru seperti Mild hybrid atau pun PHEV (plug-in Electric Vehicle).
Salah satu yang belakangan muncul adalah Range Extender Electric Vehicle (REEV) atau beberapa pabrikan menyebutnya sebagai Extender Range Electric Vehicle (EREV).
Perbedaan Dengan PHEV
Jenis REEV ini selalu dikaitkan dengan PHEV. Hal ini karena dilengkapi dengan motor listrik, mesin bakar dan juga baterai di mana dapat diisi dengan pengecasan seperti halnya mobil listrik murni.
Perbedaan besar antara REEV dan PHEV adalah pada penggerak rodanya. Jenis REEV roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik atau electric driven.
Dengan demikian ia termasuk dalam sistem pengerak hybrid series. Sedangkan mesin bakarnya hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai.
Cara kerja sistem ini hampir sama dengan e-Power yang dikembangkan Nissan, namun menggunakan baterai yang lebih besar dan bisa dicas.
Sedangkan pada PHEV, mobil digerakkan dengan kombinasi oleh motor listrik yang dikombinasikan dengan daya mesin bakar atau hybrid pararel.
Dengan demikian, feel berkendara sebuah REEV akan seperti halnya mengendarai mobil listrik murni (BEV), sedangkan untuk PHEV feelnya berkendaranya akan seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Model REEV inilah yang kemudian disebut sebagai sebagai jembatan bagi penggunaan mobil BEV yang halus dan senyap namun mampu menghilangkan range anxiety.
Sejarah REEV
REEV pertama yang diproduksi dan dijual secara masal adalah Chevrolet Volt yang diluncurkan pada 2010 silam.
Lalu Opel Ampera yang merupakan rebadge dari Cheny Volt yang muncul setahun kemudian dan mengibarkan bendera REEV di Benua Biru.
Pada 2013, BMW memperkenalkan BMW i3 REx pada 2013 yang menjadi produsen Eropa murni pertama yang memproduksi REEV.
Sebenarnya konsep REEV ini bukan sesuatu yang baru, karena pada 1900, Ferdinand Porsche telah menggembangkan Lohner-Porsche Mixte yang merupakan mobil listrik yang dibekali dengan motor bakar sebagai generator pengisian baterainya.
Trend Baru Hybrid?
Segala kelebihan REEV ini membawa sistem teknologi ini sebagai pilihan baru bagi industri otomotif dunia.
Saat ini banyak pabrikan China yang mengembangkan dan sudah menjual produk REEVnya.
Li Auto dengan produknya Li One dianggap sebagai pembuka gerbang REEV bagi produk China yang dirilis pada 2018 silam.
Saat ini trend teknologi REEV ini mulai merambah model SUV, khususnya produk-produk asal China seperti BAIC BJ40e , BYD Yang Wang ataupun iCaur V27 yang baru saja diluncurkan.
Namun sepertinya sistem ini akan mulai digunakan pula oleh pabrikan mobil khususnya di AS.
Ford dikabarkan tengah mempersiapkan F-150 Lightning versi range extender, demikian pula dengan pabrikan di bawah naungan VW yakni Scout yang juga mempersiapkan hal yang sama. (SS)
