OTODRIVER - Sebelum masuk ke dalam tangki mobil kita, bahan bakar yang kita gunakan telah melalui proses yang panjang. Salah satunya adalah di tingkat produksi.
Refinery atau tempat pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar siap pakai merupakan jantung utama produksi bahan bakar yang kita gunakan sehari-hari. Dan kita berkesempatan melihat langsung proses tersebut di Refinery Unit (RU) IV Cilacap milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang berada di Cilacap, Jawa Tengah.
"Kami ingin memastikan rekan-rekan media mendapatkan gambaran utuh bahwa energi yang digunakan masyarakat setiap hari melalui proses yang panjang dan membutuhkan keandalan operasi, disiplin, serta penerapan aspek keselamatan yang tinggi," ujar Executive General Manager RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, saat dijumpai awak media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/09/2026).
Kilang yang didirikan pada 1976 ini menjadi 'rumah produksi' bagi berbagai macam produk BBM bensin seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sedangkan untuk diesel, kilang ini memproduksi Pertamina Dex, Dexlite dan komponen untuk Bio Solar.
Selain itu, kilang ini juga menghasilkan bahan bakar untuk penerbangan, yakni avtur dan pengembangan bioavtur (Sustainable Aviation Fuel) yang menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku.
Tak hanya itu, Kilang Cilacap ini juga menghasilkan produk lainnya seperti minyak tanah, marine fuel oil dan industrial fuel oil.
Penghasil BBM RON Tinggi
Kilang Cilacap ini menghasilkan 'biang dari BBM bensin' yang disebut sebagai High Octane Mogas Component (HOMC). Sesuai dengan namanya, HOMC merupakan komponen bensin dengan angka oktan tinggi yang digunakan sebagai salah satu bahan blending. Jadi, HOMC bukan bensin siap pakai yang langsung dikirim ke SPBU.
HOMC inilah yang menjadi bahan baku utama untuk mendapatkan jenis bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengisi mobil kita seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo.
Untuk menghasilkan bahan bakar yang dibutuhkan pasar, HOMC kemudian diblending dengan berbagai komponen hidrokarbon lainnya. Komposisi dan karakter masing-masing komponen diatur untuk menghasilkan bahan bakar dengan spesifikasi tertentu.
Sekilas Kilang Cilacap
Refinery Unit IV Cilacap mulai dibangun pada 1974 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 Agustus 1976. Unit ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk mendukung distribusi. Kilang ini memiliki fasilitas jalur laut yang digunakan untuk memasok minyak mentah. Selain itu, terdapat jaringan pipa (pipeline) yang mendistribusikan produksinya ke Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kilang ini juga dilengkapi sarana distribusi darat menggunakan truk tangki dan kereta api.
Kilang ini merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia dan menopang 34% kebutuhan BBM nasional serta 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. (SS)
