OTODRIVER – Perhatikan mobil klasik. Bumpernya umumnya berupa batang logam berlapis krom yang terlihat kokoh. Pada mobil modern, wujud bumper besi yang kokoh itu justru tak lagi terlihat. Gantinya adalah bumper dari bahan plastik seperti polyurethane atau polimer lainnya.
Lantas, kapan tepatnya industri otomotif mulai menggunakan material non-logam?
Salah satu tonggak awalnya hadir pada 1968 melalui Pontiac GTO. Mobil ini menggunakan bumper depan bernama Endura, berbahan elastomer yang dapat menyerap benturan ringan tanpa mudah mengalami kerusakan permanen.
Di Eropa, Renault mengambil langkah serupa. Mengutip dokumentasi resmi Renault Group, bumper komposit pertama Renault digunakan pada Renault 15 dan Renault 17 pada 1971. Materialnya berupa serat kaca yang diperkuat resin poliester.
Setahun kemudian, teknologi tersebut digunakan pada Renault 5 dan mulai dikenal lebih luas. Renault menyebut bumper poliester yang diperkuat serat kaca itu mampu menghadapi benturan hingga 7 km/jam, sekaligus menggantikan konstruksi pelat logam yang sebelumnya umum digunakan.
Perubahan ini juga tidak lepas dari regulasi keselamatan
Mengutip National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Amerika Serikat menerbitkan standar bumper FMVSS 215 pada 1971, yang mulai berlaku untuk mobil penumpang model tahun 1973. Salah satu persyaratannya, mobil harus mampu menghadapi benturan depan hingga 5 mph (sekitar 8 km/jam) tanpa merusak komponen terkait keselamatan seperti lampu utama dan sistem bahan bakar. Untuk benturan belakang, batasnya 2,5 mph.
Regulasi tersebut mendorong produsen mencari material dan konstruksi yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu menyerap energi benturan.
Di sinilah material plastik dan komposit mulai mendapatkan tempat. Bobotnya lebih ringan dibanding konstruksi logam tertentu dan lebih mudah dibentuk mengikuti desain bodi.
Namun, bumper plastik bukan berarti seluruh struktur pelindung mobil terbuat dari plastik. Pada mobil modern, bagian yang terlihat sebenarnya adalah bumper cover. Di baliknya terdapat struktur penguat yang bisa menggunakan baja, aluminium, atau material komposit. Cover bagian luar berfungsi menahan benturan ringan dan mengikuti desain bodi, sementara struktur di belakangnya membantu mengelola energi benturan.
Jadi, perubahan dari bumper besi atau krom ke plastik bukan hanya soal biaya. Perkembangan tersebut merupakan hasil kombinasi regulasi keselamatan, kebutuhan mengurangi bobot, kemajuan material, dan tuntutan desain kendaraan. (SS)
