OTODRIVER - Saat ini Iran dan Amerika Serikat tengah berada dalam kondisi perang. Hubungan keduanya jauh dari kata mesra dan kita pun disuguhkan dengan berbagai berita pengeboman dan perang rudal antara keduanya di kawasan Timur Tengah.
Namun jika balik ke era 60 atau 70-an, hubungan Iran dan AS ternyata cukup mesra. Di era Shah Iran itu, negara teluk ini dikenal cukup kental westrenisasinya dan kedekatannya pun termasuk di bidang otomotif.
Produk otomotif AS cukup mendapat perhatian masyarakat Iran kala itu dan menurut Hagerty, kala itu mobil bikinan AS menjadi barang yang cukup bergengsi di negeri Persia itu.
Cadillac salah satu brand mewah asal AS bahkan pernah merakit produknya di Iran. Dan menjadikan Iran sebagai satu-satunya tempat perakitan Cadillac di luar AS hingga 1997.
Model yang dirakit di Iran, adalah Cadillac Seville generasi pertama yang digawangi oleh Pars Khodro, sebuah perusahaan otomotif lokal Persia yang banyak melakukan kerjasama dengan brand AS terutama dengan General Motors (GM).
Seville merupakan model Cadillac paling kompak pada jamannya dan mulai diperkenalkan di AS pada 1975.
Selanjutnya Pars Khodro mulai melakukan perakitan produknya pada 1978 dan berlangsung hingga 1987.
Produksinya masih berlangsung setelah revolusi Iran di 1979 dan bahkan produk ini tetap diproduksi meski sudah dihentikan di AS pada 1979 dengan munculnya generasi II.
Masih menurut Hagerty, Pars Khodro berhasil membuat Seville sebanyak 2.653 unit dalam kurun waktu 9 tahun.
Produksi Cadillac tertatih-tatih lantaran terjadi prahara politik yang berkepanjangan dan tumbangnya rezim Pahlavi.
Meski demikian, Cadillac bikinan Iran dikatakan mampu mengaplikasi standar tinggi yang diterapkan oleh General Motors pada produk premiumnya ini.
Sekilas mengenai Seville Generasi I. Produk ini merupakan model terkecil di antara Cadillac lainnya. Kelahirannya ditujukan untuk menghadang produk-produk Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi hingga Jaguar yang rata-rata punya dimensi yang lebih singset.
Ia sekaligus jadi model Cadillac berpengerak roda belakang pertama yang menggunakan struktur semi monokok (body frame).
Untuk kelahirannya, GM menggembangkan platform khusus yang diberi nama K-Body hanya untuk Seville generasi I.
Platform ini dikatakan merupakan pengembangan khusus dari X-Body yang digunakan pada Chevy Nova atau Pontiac Ventura yang dikombinasikan dengan platfiorm F-Body yang digunakan pada Camaro dan Firebird.
Mesin Seville gen I dilengkapi dengan pilihan mesin bensin V8 5.700 cc dan mesin diesel V8 dengan volume yang sama.
Sedangkan untuk menyalurkan tenaganya, GM membekalkan 1 opsi transmisi saja yakni TH-400 yang dikenal sebagai transmisi heavy duty.
Sebelum perang terkini berkecamuk, Cadillac Seville merupakan salah satu mobil yang mendapat perhatian khusus bagi pecinta mobil di Iran.
Mobil ini menjadi model yang paling banyak direstorasi oleh workshop di Iran yang dikabarkan dapat mengerjakannya dengan sangat apik. Seville hasil restorasi merupakan salah satu mobil yang cukup memiliki nilai tinggi di Iran. (SS)
