OTODRIVER - “Kami melakukan pengembangan khusus dan optimasi formulasi berdasarkan kondisi jalan, iklim, dan tipe kendaraan utama di Indonesia, sehingga produk benar-benar menjawab kebutuhan lokal. Sebagai contoh, produk batch pertama kami telah dioptimalkan khusus untuk performa di kondisi panas dan curah hujan tinggi,” urai Presiden Sailun Group, Xie Xiao Hong, saat sesi media gathering di Semarang (17/1),
Soal spesifikasi ban yang disesuaikan kondisi lokal, masih menurut Xie, merupakan esensi dari “value for money” dalam perspektif Sailun Group yang mengerucut pada soal kesesuaian produk dengan kondisi di lapangan.
Menyesuaikan standar teknologi serta proses produksi global dengan kearifan kondisi lokal tentu saja butuh proses.
General Manager Asia Region & PT Sailun Tire Indonesia, Cao Guo Qiang, dalam sesi yang sama menyebutkan bahwa riset untuk hal itu memakan waktu tiga sampai empat bulan.
“Khusus kendaraan komersial bisa memakan waktu satu tahun,” ujarnya.
Proses yang simultan yang tidak hanya berkaitan soal penjualan tadi ditegaskan lagi oleh Cao memang strategi dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan beragam pasar, kondisi operasional kendaraan, dan aplikasi teknologi di seluruh dunia.
Secara simultan juga terungkap bahwa Sailun akan menyediakan lebih banyak lagi produk ban radial untuk pasar Indonesia. Executive Director Sailun Indonesia, Xu Hao, menyebutkan bahwa ban radial punya keunggulan dalam hal safety, durabilitas, serta cost ownership yang rendah.
Ban radial juga disebutkannya punya kemampuan menopang beban lebih baik dibandingkan ban biasa yang banyak beredar saat ini. “Ban jenis ini juga strukturnya lebih tebal, ban radial lebih menjamin kenyamanan dalam berkendara sekaligus akan bisa meningkkatkan penghematan konnsumsi bahan bakar.
Selain itu, teknologi terbaru sampai masa depan dalam evolusi ban dunia sebenarnya adalah ban radial.
Strategi pembuatan produk yang menyesuaikan kondisi jalan lokal
Kehadiran Sailun Group lewat pendirian pabrik pertama di Indonesia menandai ekspansi produsen ban papan atas asal Tiongkok ini.
Bukan hanya itu, pabrikan yang sudah dirintis sejak tahun 2002 ini juga seperti menceritakan bagaimana fokus sebuah pabrikan ban dalam berinovasi yang dilakukan secara terintegrasi.
Karena selain membuat pusat riset sejak pemilihan bahan dasar karet, pabrikan yang berkantor pusat di Qindao, Tiongkok, ini juga merancang mesin-mesin produksinya secara internal. Setidaknya dengan unit usaha yang masih dalam satu payung.
Sebagaimana diutarakan langsung oleh Presiden Sailun Group, Xie Xiao Hong, saat peresmian pabrik di Demak akhir pekan lalu (18/1).
Ditegaskannya bahwa pasar Indonesia merupakan tahapan untuk intensif dengan produksi secara lokal yang berkaitan langsung strategi global dalam jangka panjang. Hal tersebut diperkuat dengan keyakinan bahwa pondasi nilai satu merek ban terletak pada kualitas produknya itu sendiri.
Kualitas produk itu salah satunya adalah intensifikasi untuk membuat ban yang spesifikasinya sesuai dengan karakter jalan di Indonesia.
Secara filosofis, penerapan teknologi dalam pembuatan ban Sailun diarahkan pada produk yang lebih menjamin tingkat keselamatan berkendara yang lebih tinggi, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis. (EW)
