OTODRIVER - China kembali melakukan recall besar-besaran terhadap kendaraan yang beredar di negaranya.
Kali ini, sebanyak 4,3 juta unit mobil dari sembilan merek ditarik untuk diperbaiki karena menggunakan gagang pintu tersembunyi (hidden door handle) yang berpotensi sulit dibuka saat kondisi darurat.
Recall tersebut diumumkan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR) China pada 21 Agustus 2026. Kampanye recall ini bahkan disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah industri otomotif Negeri Tirai Bambu.
Mengutip Channel News Asia dan BBC, perbaikan yang dilakukan meliputi pemasangan label peringatan dengan visibilitas tinggi serta pembaruan perangkat lunak. Sistem tersebut nantinya dapat secara otomatis menurunkan kaca jendela setelah kendaraan mengalami kecelakaan.
“Dalam kondisi ekstrem, seperti tabrakan parah yang menyebabkan sistem kelistrikan tegangan rendah kendaraan gagal berfungsi, (gagang pintu) dapat memengaruhi kemampuan penumpang untuk membuka pintu dengan cepat guna menyelamatkan diri maupun memudahkan proses evakuasi dari luar kendaraan,” tulis SAMR dalam keterangannya.
Dari total 4,3 juta unit kendaraan yang terdampak, Tesla menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 2,98 juta unit yang diproduksi di China.
Selain Tesla, sejumlah merek lain juga masuk dalam daftar recall, di antaranya Xpeng, Xiaomi, Geely, Zeekr, Lynk & Co, Leapmotor, Chery, BAIC, Dongfeng, hingga FAW Group untuk sejumlah model Hongqi.
Persoalan ini menjadi sorotan setelah terjadi dua kecelakaan fatal di China yang melibatkan mobil listrik Xiaomi. Dalam kedua kasus tersebut, kegagalan sistem kelistrikan diduga membuat pintu kendaraan tidak dapat dibuka.
Pasalnya, sebagian besar gagang pintu tersembunyi membutuhkan aliran listrik agar dapat keluar dari permukaan bodi ketika hendak digunakan. Kondisi tersebut berpotensi menjadi masalah ketika kendaraan mengalami kecelakaan parah dan sumber listriknya ikut terganggu.
Menanggapi persoalan tersebut, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah menerbitkan regulasi baru terkait sistem gagang pintu kendaraan.
Aturan tersebut mewajibkan mobil yang dijual di China memiliki mekanisme pembuka pintu secara mekanis (mechanical release), baik dari dalam maupun luar kendaraan.
Regulasi baru ini mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Namun, kendaraan yang telah mendapatkan persetujuan untuk dijual di China sebelum aturan tersebut diterapkan dan akan segera meluncur masih diberikan waktu untuk melakukan perubahan desain hingga Januari 2029.
Dengan aturan tersebut, desain gagang pintu tersembunyi yang sepenuhnya mengandalkan sistem elektris dipastikan bakal semakin ditinggalkan, khususnya untuk kendaraan generasi baru yang dipasarkan di China. (AW)
