Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pentingnya Kendaraan Listrik untuk Tekan Polusi Udara

Mengurangi emisi karbon di sektor transportasi adalah salah satu agenda utama untuk mencapai target nol emisi Indonesia pada tahun 2060.
Berita
Kamis, 2 November 2023 08:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar kedua terhadap gas rumah kaca (27%), yang masih didominasi oleh bahan bakar fosil. Mengurangi emisi karbon di sektor transportasi adalah salah satu agenda utama untuk mencapai target nol emisi Indonesia pada tahun 2060.

Untuk mencapai target pengurangan emisi berdasarkan kontribusi yang ditentukan secara Nasional (NDC) Indonesia, transisi ke sepeda motor listrik atau kendaraan roda dua harus mencapai 1,8 juta pada tahun 2025 dan 13 juta pada tahun 2030, sedangkan kendaraan roda empat harus mencapai 0,4 juta pada tahun 2025 dan 2 juta pada tahun 2030.

"Industri lokal di sini terkait kendaraan listrik perlu terus didorong, jadi, kita menciptakan peluang baru juga. Upaya ini selaras dengan visi pemerintah untuk mengurangi emisi karbon demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti saat ditemui dalam acara Peluncuran Kendaraan Listrik AstraZeneca, di Jakarta, Selasa (31/10).

Menurutnya akan terdapat tiga faktor yang dikoordinasikan, yaitu upaya percepatan penggunaan energi terbarukan, mendorong produksi dan manufaktur lokal, serta mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik.

BACA JUGA

"Kemenkomarves akan terus mengembangkan kerangka kerja yang terintegrasi secara hulu dan hilir dalam kebijakan industri untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang andal dan kompetitif," papar Nani.

Perubahan kendaraan dari berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik dinilai dapat mempercepat penurunan emisi karbon yang diakibatkan oleh mobilisasi kendaraan. "Tidak hanya terbatas pada transisi armada operasional menjadi kendaraan listrik saja, namun juga program penanaman pohon di sepanjang sungai Citarum yang sudah terlebih dulu dijalankan," ujar Nani.

Dari sisi produsen, PT Toyota-Astra Motor (TAM) mempunyai misi global dalam mencapai karbon netral atau nol emisi di tahun 2050 dengan berfokus pada elektrifikasi. Melalui gerakan “It’s Time For Everyone” dimana menargetkan elektrifikasi kendaraan massal yang terjangkau, tidak hanya untuk kelas ekonomi A, namun, juga kelas B.

"Segala jenis teknologi powertrain yang tersedia dengan emisi rendah dan ramah lingkungan perlu disediakan oleh seluruh pemain otomotif di Indonesia, termasuk Toyota.

Peningkatan teknologi ini sangat penting terutama untuk pasar terbesar di Indonesia yaitu segmen A dan B," ujar PT TAM melalui keterangan resmi, Kamis (12/10).

Selain menawarkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) untuk segmen A dan B di pasar Indonesia, Toyota juga berupaya meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon yang dicapai dengan mengembangkan teknologi otomotif baru, seperti Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV). (GIN)


Tags Terkait :
Polusi Udara Mobil Kendaraan Listrik
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Bisa Dicontoh, Pemerintah Kota New Delhi Obral Insentif EV

Salah tujuannya untuk menekan polusi udara dari kendaraan bermotor secara drastis.

3 minggu yang lalu


Mobil Listrik
Insentif Mobil Listrik Dinilai Perlu Menyasar Bus, Truk, dan Logistik

Periklindo mendorong pemerintah memperluas insentif kendaraan listrik hingga ke sektor komersial seperti bus, truk, dan kendaraan logistik guna menekan emisi karbon serta mengurangi subsidi BBM.

2 bulan yang lalu


Berita
Daihatsu Resmikan Pabrik Canggih Ke-6 Berkonsep Netralitas Karbon

Semakin intensifkan proses produksi yang ramah lingkungan sembari terus kembangkan produk massal yang juga ramah lingkungan.

6 bulan yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

6 bulan yang lalu


Berita
Penjualan Mobil Listrik Hanya Besar Di Jabodetabek

Tren kendaraan listrik terus meningkat di Indonesia.

11 bulan yang lalu

Berita
Mau Coba Mobil Vinfast VF e34? Tinggal Pesan Lewat Gojek

Hasil kemitraan strategis Green SM dengan Gojek.

1 tahun yang lalu


Truk
Pemerintah Terus Mendorong Bus Dan Truk Beralih Ke EV

Salah satu yang menghambat beralih ke truk listrik ialah harganya yang mahal.

1 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Waduh, Banyak Mobil Listrik Punya APAR Tak Sesuai Peruntukan

Ternyata APAR yang disematkan sebagai peranti standar saat ini justru belum sesuai peruntukannya dalam memadamkan baterai mobil listrik.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Makin Mewah, Partisi Baru Bikin Kabin Lebih Lapang dan Eksklusif

Di ajang GIIAS 2026, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition diperkenalkan dengan sejumlah penyempurnaan yang membuat MPV listrik premium ini terasa semakin eksklusif.

48 menit yang lalu


Berita
Chery Tiggo V Diperkenalkan di Indonesia, Mobil Yang BIsa Jadi MPV Hingga Double Cabin

Chery Tiggo V resmi diperkenalkan dalam wujud prototipe di ajang GIIAS 2026.

1 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

12 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

13 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

14 jam yang lalu