Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Biaya Produksi Memaksa Harga Mobil Listrik Tinggi, Apa yang Harus Dilakukan untuk Memangkas Harga?

Membuat pabrik untuk memproduksi berbagai elemen yang dibutuhkan untuk EV bisa menjadi solusi.
Berita
Jumat, 1 Juli 2022 11:30 WIB
Penulis : Afrizal Abdul Rahman


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Penghapusan kendaraan bermesin pembakaran mungkin menyelamatkan planet ini, tetapi itu bisa menjadi akhir dari industri mobil kecuali biaya mobil listrik dapat diturunkan, seorang tokoh senior di Stellantis telah memperingatkan. 

Berbagai pabrikan otomotif terus berlomba untuk menghadirkan kendaraan listrik baru dengan model yang sangat menarik perhatian. Namun, soal harga kendaraan tersebut tergolong masih tinggi dan jika terus berlanjut bisa menjadi akhir dari industri.

Mahalnya harga mobil listrik dikarenakan produksinya juga membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada kendaraan konvensional pada umumnya. Hal tersebut menutup mimpi berbagai pabrikan untuk menurunkan harga EV. 

Terbukti banyak pabrikan yang menjual dengan harga tinggi, seperti Ford, Hummer, Rivian dan Tesla telah dipaksa untuk menaikkan harga eceran kendaraan mereka untuk menutupi kenaikan biaya produksi. 

BACA JUGA

"Jika pembuatan mobil tidak dapat menurunkan harga pasar akan runtuh, tapi ini merupakan tantangan besar," laporan dari Chief Manufacturing Officer Stellantis Arnaud Deboeuf, dikutip dari laman Carscoops

Menyikapi hal tersebut, Stellantis memiliki rencana untuk mengurangi biaya pembuatan kendaraan listrik hingga 40 persen pada tahun 2030.

"Sesuatu yang direncanakan untuk dicapai sebagai dengan membuat beberapa komponen sendiri dan memberi tekanan pemasok eksternal untuk memangkas harga," tambahnya. Pembeli yang dimatikan oleh harga EV yang tinggi saat ini masih dapat memilih alternatif bertenaga pembakaran konvensional, tetapi pilihan itu akan segera hilang di banyak bagian dunia.

Bukan tanpa sebab, misalnya Ini Eropa yang akan mulai melarang penjualan mesin pembakaran listrik pada tahun 2023, dan beberapa negara juga melakukan hal yang serupa. 


Tags Terkait :
Kendaraan Listrik Industri Otomotif Mobil
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Janji 20 Model Terbaru Dari Hyundai Di Auto China 2026

Spesifikasi Hyundai Ioniq V Auto China 2026: jarak tempuh 600 km CLTC, desain futuristik, interior AI canggih. Hyundai janjikan 20 model baru dalam 5 tahun.

1 hari yang lalu


Berita
Mobil Nasional Akan Dibuat Karawang Oleh Pindad

Mobil Nasional Pindad Karawang: PT Pindad siapkan produksi berbagai model di kawasan industri otomotif Karawang, kata Menko Airlangga Hartarto.

3 hari yang lalu

Berita
Toyota dan CATL Bikin Baterai Di Karawang, Mulai Digunakan Pada Semester II 2026

Toyota CATL kolaborasi produksi baterai Karawang Semester II 2026. TMMIN investasi Rp 1,3 triliun untuk lokalisasi baterai hybrid seperti Innova Zenix HEV.

5 hari yang lalu


Berita
Ekspansi Besar BYD dan Ambisinya di Industri Kendaraan Listrik

Ekspansi global BYD kendaraan listrik cetak penjualan 4,6 juta unit dan ekspor 1 juta unit 2025. Strategi multi-brand jangkau segmen entry hingga premium.

5 hari yang lalu


Terkini

Berita
Focal Premiere Store, Rujukan Car Audio Bagi Pemilik EV

Tersedia paket untuk pemula hingga kelas profesional.

1 jam yang lalu


Berita
iCar V27 REEV Setir Kanan Resmi Ditampilkan, Segera Menyapa Indonesia

Debut iCar V27 REEV setir kanan di Auto China 2026 tandai ekspansi global ke pasar right-hand drive, termasuk Indonesia dengan standar keselamatan bintang lima.

6 jam yang lalu


Berita
Chery QQ 2026 Hadir Sebagai Mobil Listrik Modern, Siap Tantang Geely EX 2 dan Aion UT Di Indonesia

Harga Chery QQ 2026 EV diperkirakan Rp130-170 juta. Mobil listrik modern dengan desain futuristik, jarak tempuh 420 km, dan fitur ADAS, segera masuk Indonesia.

1 hari yang lalu


Berita
Mengunjungi Markas Besar Xpeng, Sebuah Jendela Masa Depan

Kunjungan markas besar Xpeng Guangzhou ungkap ambisi pabrikan China di mobil EV canggih, eVTOL Aridge, dan robot humanoid Iron.

1 hari yang lalu


Berita
Mengenal Changan CS75 Plus HEV, Calon Penantang Chery Tiggo 8 CSH

Spesifikasi Changan CS75 Plus HEV: SUV hybrid medium dengan teknologi iDE-H, mesin 1.5L turbo 148 PS, motor listrik 241 PS, efisiensi termal 44,28%.

1 hari yang lalu