Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

ERP Sebagai Harapan Solusi Kemacetan Jakarta

ERP dianggap akan efektif untuk mengurai kemacetan dan menjadi solusi jangka panjang.
Berita
Jumat, 22 November 2019 11:00 WIB
Penulis : Alfons


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Rencana Dinas Perhubungan DKI dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengimplementasikan skema jalan berbayar alias electronic road pricing (ERP) dinilai dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pendapat ini disampaikan pemerhati masalah transportasi, Budiyanto dalam pesan singkatnya kepada OtoDriver, Selasa (19/11).

Dalam penjelasannya dia menyebut dari hasil kajian beberapa lembaga penelitian, jalan-jalan di Jakarta sudah mengalami over capacity. Indikasinya bisa dilihat dari pertumbuhan kendaraan yang kurang lebih mencapai 9 persen sementara pembangunan infrastruktur 'hanya' 0,01 persen.

Foto: Jason

Budiyanto menegaskan kalau upaya mengurai kemacetan lewat pembatasan lalu lintas sebenarnya sejalan dengan Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang dipertegas lagi dalam Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2011 dan beberapa Perda turunannya. Penerapan 3 in 1 dan ganjil genap adalah beberapa contoh nyata yang sempat coba diaplikasikan.

Namun menurut mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya ini, kondisi jalanan kota besar seperti Jakarta perlu terobosan dalam upaya mengurai kemacetan dan ERP ini dianggap akan efektif untuk jangka panjang. "Pada awalnya pembatasan lalu lintas dengan skema 3 in 1 dan ganjil genap merupakan kebijakan transisi menuju pada kebijakan pembatasn lalu lintas yang dianggap efektif, yakni ERP," ujar Budiyanto.

Lebih lanjut Budiyanto menjabarkan dengan penerapan jalan berbayar, pengendara akan punya dua opsi, melalui lokasi ERP dengan resiko membayar atau mencari ruas alternatif. Apalagi dengan kondisi perkembangan jaringan layanan angkutan umum yang menunjukkan tren meningkat, pengguna jalan punya makin banyak pilihan.

Di sisi lain, hasil pungut ERP sebagai penghasilan negara bukan pajak (PNBP) dapat dipergunakan untuk membangun, memelihara sarana dan prasarana jalan dan fasilitas pendukung.

Meski begitu untuk penerapannya dia menilai tetap perlu kajian mendalam pada beberapa aspek sehingga program ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. "Sebelum eksekusi perlu ada pentahapan yang jelas, mulai dari perencanaan, solusi, uji coba, evaluasi, sampai pelaksanaan," tutup dia.


Tags Terkait :
Lalulintas Jakarta
A

Alfons

Reporter

Alfons Hartanto

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Inilah Jumlah Kendaraan Di Indonesia Dua Bulan Pertama 2024

Khusus DKI Jakarta sudah dalam tahapan “darurat kemacetan”?

2 tahun yang lalu


Berita
Libur Natal 2016, Pengusaha Truk Dihimbau Tak Liburkan Supir Truk Dan Pemerintah Siagakan Petugas Di Jalur Non-Tol

Pengusaha tak liburkan supir truk, namun diharapkan pemerintah menyiagakan petugas di jalur alternatif, demi keselamatan bersama.

9 tahun yang lalu


Truk
Panduan Aman Mengemudikan Truk Ala Mitsubishi Fuso

Terlihat sekadar kegiatan rutin namun sangat vital pegaruhnya

1 tahun yang lalu


Truk
Catat Tanggal Truk Dilarang Beroperasi Di Libur Nataru

Berlaku di jalur tol maupun arteri

1 tahun yang lalu


Bus
Lagi-Lagi, Driver Bus Ceroboh Dalam Mengemudi Di Jalan Tol

Hilangkan enam nyawa penumpang

2 tahun yang lalu


Berita
Jagorawi Renggut Supercar Lagi

Jika melihat dan mengidentifikasi dari beberapa foto yang tengah beredar di pesan berantai, supercar tersebut adalah McLaren MP4.

6 tahun yang lalu


Berita
Sebanyak 277 Truk ODOL Terjaring Razia Gabungan Di Tol Jagorawi Sampai Dalam Kota 

Operasi yang digelar Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) dan Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) memiliki target penertiban penggunaan kendaraan berat.

6 tahun yang lalu


Berita
Sejumlah 106 Truk Terjaring Razia ODOL Di Gerbang Tol Ciawi

Sebanyak empat kendaraan besar lainnya kedapatan melebihi kapasitas dimensi dan dua kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan.

6 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

3 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

4 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

5 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

7 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

8 jam yang lalu