Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Nasib Mesin Diesel Mercedes-Benz Indonesia

"Kami tidak menyebutnya (diesel) sebagai teknologi yang ramah lingkungan."
Berita
Sabtu, 2 Juni 2018 10:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Mercedes-Benz menjadi salah satu pabrikan yang menjual mobil bermesin diesel di Indonesia. Di tengah gencarnya PT Mercedes-Benz Distributor Indonesia (MBDI) mengkampanyekan EQ, teknologi ramah lingkungan temuannya, kami penasaran akan "nasib" model dieselnya.

Terlebih di ranah Eropa, dataran tempat Mercy lahir, isu larangan mobil penenggak solar tengah hangat diperbincangkan. Lantas apa kabarnya di Indonesia?

"Kami tidak menyebutnya (diesel) sebagai teknologi yang ramah lingkungan. Karena bagaimana pun juga yang namanya mobil itu menghasilkan gas buang, intinya itu. Kami tidak menyebut kendaraan kami ramah lingkungan, itu yang pertama. Yang kedua, masa depan mesin diesel, baik-baik saja sebenarnya. Kami masih Euro 4 (diesel-nya). Jadi kalau nanti mau ditetapkan Euro 4 ya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," papar Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication PT MBDI (30/5).

Ia menyebut bahwa principal Mercedes-Benz di Jerman masih berusaha mengembangkan jenis propulsi diesel. Sebab mesin ini masih dianggap punya prospek yang bagus untuk dipakai passanger car. 

Karena model diesel tak sebanyak model bermesin bensin di line up Mercy Indonesia, populasinya pun tak sebanyak tipe bensin. Begitu pula di bengkel resmi. Namun PT MBDI menjamin layanan purna jual berbagai modelnya yang bermesin diesel tetap terjaga.

"Yang servis tentu masih lebih banyak tipe bensin. Sekarang itu yang lagi banyak peminatnya adalah GLA diesel. Kalau G Class yang masuk ke bengkel kami itu tidak terlalu banyak, tapi spareparts-nya masih bagus (ketersediaannya). Untuk spareparts kami menjamin kok. Kalau pun tidak ada, kami akan datangkan dari Jerman," tutup Ferdyan Eka Surya, Deputi Direktur Customer Passanger Car PT MBDI.


Tags Terkait :
Mercedes-Benz GLA Diesel
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

1 hari yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Indonesia Rilis Dua SUV Unggulannya

Dilansir juga layanan penjualan mobil bekas bersertifikat

1 tahun yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga MERCEDES-BENZ Terbaru (September 2024)

Mercedes-Benz kini berada di bawah payung pemilik barunya, yakni Inchcape.

1 tahun yang lalu


Berita
Diskon Besar-Besaran Beberapa Model Mercedes-Benz, Potongan Hingga Rp 630 Juta!

Beberapa model Mercedes-Benz terpantau mendapatkan potongan harga besar-besaran.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mahindra Tidak Jualan ‘Mobil Tong Sampah’, Ini Penjelasan RMA

Sampai saat ini belum ada Mahindra Scorpio dengan standar Euro 6.

12 jam yang lalu


Berita
Tebar Jaringan Dealer, Jaecoo Mulai Rambah Wilayah Banten

Jaringan dealer di Banten ini merupakan gerai ke 25 dari 80 dealer di sepanjang 2026

14 jam yang lalu


Berita
Hyundai Tucson Ikuti Langkah Santa Fe, Gunakan Desain Kotak

Next gen Tucson punya desain bergaris tegas dan mengkotak laksana Santa Fe.

15 jam yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga HYUNDAI Terbaru (Maret 2026)

Hyundai menjadi salah produsen asal Korea Selatan yang tengah serius menggarap pasar otomotifnya di Indonesia.

16 jam yang lalu


Berita
Kementerian ESDM: Jangan Panic Buying Dalam Membeli BBM

Stok BBM nasional 20 hari lebih karena daya tampung kilang bukan kemampuan dalam menyediakan BBM

17 jam yang lalu