Rute baru ini beroperasi mulai 30 Juli lalu. Ada dua titik pemberangkatan dari Jakarta dan Tangerang, yaitu Tanjung Priok dan Poris. Tujuannya kota Sumenep di Madura.
5 tahun yang lalu
Bus berkaca depan tunggal memiliki keunggulan yang tak dimiliki double glass. Apa saja?
Kondisi new normal saat ini, persyaratan rumit sudah tak dibutuhkan lagi. SIKM sendiri sudah dihapus sejak 14 Juli lalu. Sedangkan surat rapid test juga tak diperlukan lagi.
Ini bukan bus Sinar Jaya yang buka cabang di sana. Melainkan unit bus perusahaan Ryukyu Bus Kotsu.
Perum PPD menambah rute JR (Jabodetabek Residence) Connexion yang melayani titik pemberangkatan dari perumahan sekitar Jakarta menuju pusat ibukota.
Meski jelas-jelas bus ini dibangun di atas sasis King Long berikut bodinya, namun yang tertera justru ala-ala bus lokal Indonesia.
Disebut mewah, karena armada ini menggunakan konfigurasi jok 1-1 dengan model captain seat. Keunggulannya, penumpang akan makin nyaman
6 tahun yang lalu
Nilai plus pertama adalah dari sisi tampilan. Kesan gagah dan kokoh terlihat dari bagian depan bus double glass. Tampilan keseluruhan bodi pun menjadi lebih tinggi.
Bus bersasis Mercedes-Benz 2542 ini kini melayani rute Jogjakarta ke Jakarta dan sebaliknya. Pemberangkatan perdana dimulai pada 30 Juli dari arah Jakarta ke Jogja
PO Surya Putra asal Bandung yang memesan bus social distancing dari karoseri Adi Putro, Malang. Bus berbodi Jetbus 3
Kali ini jadwal baru yang dihadirkan oleh Harapan Jaya adalah Magetan menuju Jakarta dan sebaliknya dengan pemberangkatan pukul 18.00. Perjalanan perdananya dimulai pada 22 Juli lalu.
Meski sama-sama dioperasikan sebagai armada antarkota dalam provinsi, namun ada beberapa perbedaan yang disematkan masing-masing PO untuk bus mereka. Seperti apa?
Konfigurasi bangku bus yang diproduksi oleh Alldila ini bukan hadir dari karoseri, melainkan hasil ubahan mekanik bus asal Kebumen ini.
Bukan lagi soal menyontek bodi bus Legacy dari karoseri Laksana asal Indonesia yang banyak dilakukan oleh pembuat bodi bus di sana. Kali ini justru langsung menyontek livery bus PO Haryanto.
Hal ini tentu menarik, karena big bus bermesin depan boleh jadi banyak ditinggalkan para pengusaha bus di Indonesia.