Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityVan

Tarif Mikrotrans Diusulkan Rp2.000 dan Transjakarta Rp5.000

Selain untuk menekan subsidi juga sebagai cara menutup celah manipulasi data penumpang.
Van
Sabtu, 4 Juli 2026 12:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Perilaku pramudi yang mengemudi dengan kecepatan tinggi banyak dikeluhkan oleh pengguna Mikrotrans akhir-akhir ini. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jaringan angkutan massal kota Jakarta seperti Transjakarta terbilang besar. Dari tarif Rp3.000 per perjalanan, subsidi yang dikeluarkan sudah jauh melewati angka tersebut. 

Termasuk juga layanan turunannya seperti Mikrotrans yang saat ini masih tarif gratis juga diwacanakan untuk berbayar. Namun pihak Pemprov berjanji untuk akan menetapkan tarif yang terjangkau bagi pengguna layanan Transjakarta dan eskosistemnya. 

Dalam satu kesempatan, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Sugihardjo, mengusulkan agar layanan Mikrotrans atau angkot pengumpan yang dijalankan Transjakarta tidak lagi digratiskan melainkan dikenakan tarif sebesar Rp2.000.

BACA JUGA

Menurut Sugihardjo, seperti dikutip dari Antara (3/7/2026), selama layanan angkutan pengumpan itu masih gratis, terdapat kemungkinan jumlah penumpang yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Oleh karena itu, usulan tarif tersebut bertujuan agar data jumlah penumpang Mikrotrans lebih akurat sekaligus mencegah potensi manipulasi data penumpang.

Ia menjelaskan, selama ini ada target kilometer dan jumlah penumpang untuk operasional Mikrotrans. Menurutnya, dengan tarif gratis, jika target jumlah penumpang tidak terpenuhi, dikhawatirkan ada manipulasi data penumpang dari operator supaya target jumlah penumpang seolah tercapai.

Potensi penurunan penumpang setelah dikenakan tarif

Mengenai peluang adanya penurunan penumpang setelah dikenai tarif, masih menurut Sugiharjo, hal itu bukan karena ada penurunan jumlah penumpang secara nyata. 

Karena ia menduga jika selama ini ada praktek dimana operator melakukan penggelembungan jumlah penumpang meskipun penumpang minim agar pihak Pemprov tidak mengurangi kuota armada ataupun frekuensi perjalanan. 

Selain mengusulkan tarif baru, Sugihardjo juga menilai kualitas layanan Mikrotrans perlu ditingkatkan. 

Diingatkannya lagi, dengan adanya pengenaan tarif perlu diiringi manajemen transprtasi yang lebih tertata. Karena ia masih mendapati keluhan dari masyarakat, sebagai contoh, armada yang datang bergerombol sehingga waktu tunggu menjadi lama, hingga sopir yang berkendara dengan kecepatan tinggi.

Pembinaan ke para pramudi juga perlu lebih intensif dilakukan agar perilaku mengemudi yang mengejar setoran ala angkot konvensional tidak lagi terjadi.

Waktu tunggu armada saat ini dikeluhkan makin panjang dan kedatangannya nyaris bersamaan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta 

Baca juga: Ternyata Ini Masalah Bus Medium Listrik Belum Dioperasikan Transjakarta

Usulan tarif langganan Transjakarta Rp200.000 

Dalam kesempatan yang sama, Sugihardjo juga mengusulkan adanya tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan. 

Tujuannya agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum setiap hari menjadi lebih terjangkau. Skema tersebut diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang terintegrasi.

Jika skema itu dijalankan para pengguna akan memperoleh potongan biaya dibandingkan jika membayar tarif harian.

Perhitungan tarif langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.

Pihak DTKJ menyodorkan simulasi untuk seorang penumpang yang bekerja dan rutin menggunakan angkutan umum; dalam pola bekerja 25 hari kerja dalam sebulan dengan pengenaan tarif Rp5.000 saat keberangkatan dan tarif Rp5.000 ketika waktu pulang kerja maka jumlah uang yang dikeluarkan berjumlah Rp10.000 dalam sehari. Untuk periode 25 hari kerja jumlahnya menjadi Rp250.000.

Selain itu, diusulkan juga agar pengguna yang memilih paket langganan bisa memperoleh diskon sebesar 20 persen. 

Sebagaimana yang lazim diberikan di banyak negara yang punya ekosistem angkutan massal seperti Transjakarta. (EW)

Penghematan biaya operasional satu unit bus listrik Transjakarta sebesar Rp302 juta dalam setahun (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Tarif Mikrotrans
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Van
Tarif Mikrotrans Diusulkan Rp2.000 dan Transjakarta Rp5.000

Selain untuk menekan subsidi juga sebagai cara menutup celah manipulasi data penumpang.

1 jam yang lalu


Bus
Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta

Bagi yang memiliki rentang pendapatan bulanan maksimal UMR Jakarta.

1 hari yang lalu

Bus
Tarif Rp1 Transjakarta Untuk Memperingati Ulang Tahun Jakarta

Pemprov DKI Jakarta terapkan tarif Rp1 Transjakarta ulang tahun Jakarta ke-499 pada 22 Juni untuk layanan Transjakarta, MRT, dan LRT guna mendorong kunjungan wisata.

1 hari yang lalu

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

1 hari yang lalu


Terkini

Van
Tarif Mikrotrans Diusulkan Rp2.000 dan Transjakarta Rp5.000

Selain untuk menekan subsidi juga sebagai cara menutup celah manipulasi data penumpang.

1 jam yang lalu


Pikap
Gran Max Penopang Penjualan Daihatsu Semester Pertama

Konsisten di segmen pembeli pertama mobil masih menjadi andalan Daihatsu mendulang keuntungan di Indonesia.

4 jam yang lalu


Truk
Truk Trailer Tesla Tabrakan Tak Jauh Dari Gigafactory, Dua Meninggal Dunia

Kecelakaan fatal Tesla Semi terjadi di Nevada dekat Gigafactory dan menewaskan dua orang. Truk diduga ditabrakkan oleh pengemudi yang tertidur serta masih dalam penyelidikan polisi.

17 jam yang lalu

Bus
Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada

Tapi biaya pengadaan kendaraan komersial tenaga listrik di Indonesia masih sangat tinggi

1 hari yang lalu


Bus
Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta

Bagi yang memiliki rentang pendapatan bulanan maksimal UMR Jakarta.

1 hari yang lalu