Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Kecelakaan Kendaraan Berat Berulang, Butuh Peran Banyak Pihak Untuk Mengatasinya

Kecelakaan kendaraan berat yang selalu berulang, bisa dicegah oleh banyak pihak. Seperti yang diutarakan oleh pemerhati lalu-lintas, Jusri Pulubuhu.
Truk
Senin, 23 Desember 2019 16:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Sangat miris jika mendengar kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat. Kejadian yang kerap menelan korban jiwa itu, masih terus berulang. Contohnya, kejadian terbaru di tol Jombang-Mojokerto di mana bus menabrak truk, seperti kami kabarkan sebelumnya. Hal ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk pemerhati keselamatan berlalu-lintas, Jusri Pulubuhu yang menyatakan jika antisipasi kecelakaan kendaraan berat itu bisa dicegah, namun perlu melibatkan banyak pihak.

Menurutnya, di luar faktor manusia (human error), beberapa hal dapat dilakukan oleh perusahaan, pemerintah hingga APM kendaraan berat tersebut. Di antaranya lewat perubahan regulasi, hingga menentukan spesifikasi kendaraan untuk digunakan di Indonesia.

"Kalau dari perusahaan, bisa saja dengan mengubah sistem penggajiannya," kata instruktur dan juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) tersebut, saat kami hubungi beberapa waktu lalu. Menurutnya, sistem penggajian perusahaan angkutan saat ini kurang ideal dan kondisi itu berpotensi memengaruhi cara mengemudi para supir.

Misalnya sistem jatah solar yang membuat supir akan melakukan hal berbahaya untuk menekan pengeluaran bahan bakar. Paling sering ditemui adalah kebiasaan untuk menetralkan transmisi di jalan menurun. "Efeknya memang solar lebih hemat dan uang jatah tersebut bisa masuk ke kantung para supir. Namun ini berbahaya, karena sistem rem akan bekerja lebih berat tanpa bantuan engine brake," ucapnya. Kejadian inilah yang memicu berulangnya kecelakaan di jalur pegunungan dengan alasan kendaraan mengalami rem blong.

BACA JUGA

Selain itu, dari sisi pemerintah menurut Jusri sudah sebaiknya mengadakan sekolah khusus pengemudi kendaraan berat. Karena selama ini, para pengemudi kendaraan berat hanya mengandalkan skill dan pengalaman saat menjadi kenek atau terbiasa melihat kebiasaan supir seniornya. 

"Belum ada yang benar-benar kompeten lulus dari sekolah mengemudi, seperti supir truk di Eropa. Sehingga kebanyakan skill mereka hanya copy-paste dari supir sebelumnya," ucap penggemar motor besar itu.

Tak ketinggalan, peran APM kendaraan berat juga diharapkannya. Salah satunya dengan meningkatkan sistem keselamatan kendaraan. Seperti rem angin yang terbilang krusial. "Seperti truk di Eropa, di mana sudah tidak ada kendaraan berat yang remnya semi air brake. Semua full air brake," ujar Jusri. 

Rem tersebut tidak akan blong, karena jika ada salah satu perangkat rem tidak bekerja baik, semisal tangki udara kosong, maka roda akan otomatis terkunci. Beda dengan semi-air brake yang belum mengandalkan bantuan tabung udara sepenuhnya.


Tags Terkait :
Kecelakaan Kendaraan Berat Kecelakaan Bus Lalu Lintas
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Pasca Kecelakaan Di Semarang, PO Cahaya Trans Dibekukan

Operator harus menyusun ulang struktur bisnisnya secara menyeluruh

1 hari yang lalu


Bus
Kata Pakar, Masih Banyak Pengemudi Bus Di Indonesia Yang Tidak Punya Skill Memadai

Bercampur dengan kemacetan lalu lintas serta kondisi armada yang tak selalu prima menjadi faktor banyaknya kecelakaan bus.

1 hari yang lalu


Bus
Catatan Kecelakaan Bus Di Semarang, Beroperasinya Bus Liar Adalah Tindakan Kriminal

Ada masalah serius di dunia angkutan darat penumpang karena ada pola penyebab kecelakaan yang berulang.

1 hari yang lalu


Berita
BYD Atto 3 Selamat Dihantam Rudal, Simak Faktanya

Sebuah BYD Atto 3 mendadak jadi sorotan dunia pada 1 Maret 2026.

1 hari yang lalu


Terkini

Bus
Semua Armada Transjakarta Gratis Di Hari Lebaran

Pemprov DKI gratiskan seluruh armada Transjakarta, Mikrotrans, MRT, dan LRT selama Hari Lebaran Idul Fitri 1447 H untuk warga rayakan libur di Jakarta.

1 hari yang lalu


Pikap
Tata Yodha Pernah Dijual Di Indonesia Dengan Nama Xenon Pick Up, Mesinnya Sama Dengan Mahindra

Tata Yodha Xenon pick up Indonesia: Pernah dijual sebagai Xenon pada 2016 dengan mesin diesel 2.2L sama Mahindra Scorpio, opsi 4x2/4x4.

1 hari yang lalu

Truk
Tidak Hanya Mahindra, 4 Brand Ini Akui Dapat Pesanan Proyek Koperasi Desa Merah Putih

Jumlah pesanan keseluruhnya sebanyak 80.000 unit.

1 hari yang lalu


Truk
Dirikan 11 Posko Dan 7 Bengkel Siaga, Hino Jaga Operator Selama Musim Lebaran

Antisipasi munculnya kendala teknis yang harus diperbaiki segera saat frekuensi operasional meningkat

1 hari yang lalu


Pikap
Inilah Sosok Mahindra Scorpion, Pernah Hadir Di Indonesia Tahun 2019

Ternyata model barunya akan keluar tahun 2026 ini juga. Simak detailnya

1 hari yang lalu