Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Laksana Kembali Naikkan Standar Keamanan

Secara bertahap meliputi semua struktur bus
Bus
Sabtu, 8 Juli 2023 14:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Berdasarkan data dari Buku Statistik Investigasi Kecelakaan Transportasi KNKT tahun 2022, didapati bahwa 64 persen dari total kasus kecelakaan LLAJ adalah kecelakaan tabrak depan. Dari besaran itu, lebih dari 30 persen diantaranya merupakan kecelakaan tabrak depan yang melibatkan bus.

Untuk sebuah bus, temuan tadi juga makin menegaskan bahwa posisi pengemudi bus dan kru (kernet) berada di area yang paling berbahaya. Untuk itu jugalah Laksana semakin berupaya untuk melengkapi standar kemananan di setiap produk mereka. “Sejak tahun 2018 kami terus menguatkan komitmen di soal safety, ini tidak bisa dikompromikan, menyangkut penumpang dan masyarakat umum (pemakain jalan yang lain),” buka Stefan Arman selaku Technical Director Laksana (6/7).

Sejurus kemudian diterangkannya, “Hampir lima dekade Laksana terus berusaha untuk memberikan fitur termutakhir pada produk kami. Hal ini sebagai komitmen keselamatan dalam berkendara, sehingga konsumen akan merasa nyaman dan tentunya memberikan keamanan yang maksimal bagi seluruh awak yang ada di dalam bus. Melihat kebutuhan bagi keselamatan angkutan jalan, kami berusaha hadir dengan meminimalisir benturan yang diperoleh jika akan terjadi tabrakan terutama pada bagian depan bus sesuai dengan ketentuan UN ECE R29.” Ia ditemui ketika expose penerapan UN ECE R29 di markas karoseri Laksana.

BACA JUGA

Standar UN ECE (United Nations European Economic Commission), merupakan standarisasi keamanan untuk bus yang paling banyak diaplikasi di seluruh dunia. Tak kurang dari 50 negara. ECE sudah meratifikasi regulasi ini.

Selain standar UN ECE R29 yang secara khusus berkaitan dengan tes benturan frontal, Laksana juga sudah menerapkan sejumlah regulasi ECE dalam rancangan produk mereka. Seperti UN ECE R66, uji guling untuk mengetes kekuatan ‘superstructure’ dari sebuah bus. Ada juga UN ECE R107 merupakan uji sudut minimal untuk stabilitas bus, dan juga UN ECE R80 yaitu uji kekuatan kursi dan dudukan kursi. 

Bus STJ "Skrien", aplikasi UN ECE R60 menahan bodi tidak meliuk meski bus terguling

Masih ada lagi UN ECE R93, yaitu Front Underrun Protection Device dimana ada alat yang dipasang di bagian depan untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian dimensi mobil dengan bus, untuk meminimalisir fatalitas saat terjadi tabrakan di bagian depan dengan kendaraan yang lebih kecil.

UN ECE R29 sendiri merupakan standar yang mengatur kekuatan kabin bagian depan untuk memastikan tersedianya survival space bagi pengemudi ketika terjadi tabrak depan. Simulasi ini akan menunjukkan situasi ketika bagian depan mobil depan tertabrak, kerangka pada bagian depan mobil tidak masuk ke dalam dan dilindungi oleh absorber khusus sehingga dapat menjamin keselamatan dari pengemudi.

Posisi kaki pengemudi punya potensi tidak terjepit lagi saat ada benturan frontal

Ada struktur tambahan di crash box, sesuai regulasi UN ECE R29

Uji coba ini dilakukan dengan cara menghantam rangka depan kendaraan dengan pendulum baja tebal seberat 1.5 ton, dengan energi impak sebesar 55 kilo joule dan kecepatan impact sebesar 8.56 m/s  atau setara 31 km/jam. “Sebelumnya sudah dilakukan pengujian lewat simulasi komputer, lewat pengujian langsung kami mendapatkan data aktual tentang deviasi antara smulasi dan kondisi rii;,” ungkap Burhanudin Yusuf, salah satu engineer Laksana yang juga tim uji standar ECE di perusahaan karoseri yang berlokasi di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah ini.  

Dalam uji UN ECE R29, bagian depan bus diberi benturan sebagai simulasi ada impact dari kendaraan sejenis

Mutu jok dan pemasangannya sesuai regulasi UN ECE R80, tidak mudah tertekuk dan lepas dari dudukan di dek

Baca juga : Bagaimana Mercedes-Benz Dan Karoseri ‘Ngobrol’ Desain?

Baca juga : Dua Model Terbaru Laksana Di GIIAS 2023


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #indonesia
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Toyo Tire Rilis Ban ‘Terbaik’ Untuk Pikap Listrik

Tahun 2024 pasar Amerika Serikat dapat jatah pertama di dunia

2 tahun yang lalu


Pikap
Suzuki Super Carry “X Limited”, Pikap Tak Lagi ‘Culun’

Konsepnya “Tough and Fearless”

2 tahun yang lalu


Van
Nah, Daihatsu Atrai Sedang Tes Jalan Nih?

Atau akan hadir sebagai 'All New' Luxio tahun depan?

2 tahun yang lalu


Pikap
Toyota Hilux Rangga Didukung 50 Karoseri

Sebagai salah satu strategi ‘grebek pasar’, seluruh pesanan bodi harus terakomodir

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Hari Ini Saja, Naik Transjakarta Bayar Rp1 Untuk Semua Rute

Tarif Rp1 Transjakarta semua rute hari ini berlaku untuk BRT dan Non BRT, rayakan Hari Angkutan Nasional 2026 hingga 23.59 WIB.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu


Bus
Ini Tiga Dealer Terbaik Mercedes-Benz Untuk Segmen Bus Dan Truk

DCVI umumkan dealer terbaik Mercedes-Benz bus truk 2025: PT Star Wagen Indonesia juara umum, Citrakarya Pranata sasis bus terlaris, Mas Auto Germania Axor unggul.

3 hari yang lalu


Truk
Auto2000 Ubah Toyota Dyna Jadi Klinik Berjalan

Auto2000 ubah Toyota Dyna jadi klinik berjalan MOKES2000 untuk layanan kesehatan dasar dan edukasi medis di wilayah terpencil. Program CSR target 14 kegiatan 2026.

6 hari yang lalu