Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Solar Harganya Naik, Ini Tanggapan Bos PO Haryanto

Kenaikan harga tiket termasuk konservatif
Bus
Kamis, 8 September 2022 15:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Akhir pekan lalu (3/9) pemerintah mengumumkan kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak, salah satunya solar. Tentu saja hal itu punya pengaruh bagi kegiatan operasional perusahaan di bidang transportasi, termasuk perusahaan otobus (PO).

Karena sejatinya keberadaan solar merupakan salah satu kontibutor penting dalam menjalankan usaha tersebut. Dan solar (subisidi) telah naik dari harga sebelumnya sebesar Rp 5.150 per liternya menjadi Rp 6.800 per liter.

Kenaikan harga tersebut, yang paling mudah dilihat, memunculkan potensi kenaikan harga penyediaan jasa kepada calon penumpang alias kenaikan harga tiket. Rian Mahendra, petinggi PO Haryanto yang dihubungi langsung mengiyakan sinyalemen itu. “Pasti (naik),” sebutnya.

BACA JUGA

“Solar naik hampir 40 persen. Berarti kalau bis sekali jalan PP (anggaran pembelian) solarnya kurang lebih Rp 3 juta berarti naik jadi sekitar Rp 4 jutaan,” lanjutnya.  

Sejurus kemudian diberikan gambaran bagaimana kenaikan solar tersebut berpengaruh langsung pada potensi naiknya harga tiket. “Bikin (contoh) saja kalau (selisih kenaikan harga solar) Rp 1,2 juta. Di bagi 30 (rata-rata okupansi bis per PP), berarti (potensi selisih kenaikan tiket) Rp 40 ribu,” jabar pria yang juga kerap dipanggil ‘Mas Boy’ itu.

Ia mengungkapkan juga bahwa pihaknya secara rerata kemungkinan akan mengeluarkan tarif baru dengan kenaikan harga sekitar 20 persen dari harga tiket sebelumnya.  

Namun begitu Rian menyampaikan bahwa terlepas dari adanya kemungkinan naiknya harga tiket akibat meningkatnya harga solar tidak membuat pihaknya juga berencana mengurangi standar layanan yang selama ini diberikan ke penumpang. Contohnya, soal servis makan gratis, yang memang sudah termasuk di dalam harga tiket.

Ditegaskan oleh Rian bahwa PO Haryanto akan tetap dengan memberikan layanan konsumsi bagi penumpang sebagaimana sebelum ada peningkatan harga solar yang lalu. Tidak ada kebijakan pengenaan biaya tambahan untuk konsumsi di luar harga tiket ke satu kota tujuan. “Gak mungkin kalau ini (servis makan gratis dihilangkan),” tutupnya.

Salah satu penampilan bus PO Haryanto di awal milenium, sekitar dua puluh tahun yang lalu


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Musim Lebaran: Terminal Kalideres Cuma Buat Bus AKAP Yang “Sehat”

Langkah preventif menjaga keselamatan dan kenymanan perjalanan

1 tahun yang lalu


Berita
GIICOMVEC 2024: Hadir Beragam Teknologi ‘Hijau’

Akan hadir juga banyak penyedia suku cadang maupun peranti aftermarket

1 tahun yang lalu


Berita
Naik Harga, Tiket Bus AKAP Ke Jateng dan Jatim Jelang Natal

Tujuan ke Sumatera harga tetap

1 tahun yang lalu


Berita
Kepala Terminal Kampung Rambutan: Pemudik Jangan Terima Minuman Dari OTK

Selalu waspada setiap saat

1 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Hino 500 Series Kuasai Segmen Medium Duty Truck Selama 25 Tahun

Pangsa pasarnya tahun 2025 mencapai 56 persen di kondisi dunia otomotif yang kurang kondusif

1 hari yang lalu


Bus
Ekspor Perdana Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 Rakitan Cikarang Ke Thailand

Mewujudkan tekad menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur bus di wilayah Asia Tenggara dengan standar bus Eropa

1 hari yang lalu


Bus
Daerah Satelit Jakarta Kesulitan Anggaran Untuk Bus Transjabodetabek

Pemerintah daerah penyangga Jakarta diharap lebih kreatif dalam menangani moda transportasi komuter.

1 hari yang lalu


Pikap
Toyota Hilux 2026, Kini Ada Varian Diesel Hybrid Dan BEV

Karakter serta identitas Hilux yang sudah tertanam selama ini diklaim lebih tinggi standarnya. Berikut bocorannya.

1 hari yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

1 hari yang lalu