Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Karoseri Laksana Terima Facelift Bodi Bus Lama Menjadi Baru

Dan bulan Agustus ini, karoseri Laksana tengah menggelar program upgrade atau rebody yang mampu menyegarkan armada berbodi lawas
Bus
Selasa, 11 Agustus 2020 12:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Layaknya kendaraan penumpang, desain bus di Indonesia juga terbilang dinamis dengan banyaknya model-model baru. Namun tak semua perusahaan otobus sanggup untuk menghadirkan armada baru. Untuk itu dilakukanlah langkah yang kerap disebut rebody.

Dan bulan Agustus ini, karoseri Laksana tengah menggelar program upgrade atau rebody yang mampu menyegarkan armada berbodi lawas. Menariknya, dalam program ini bus tak perlu melakukan 'angkat' bodi terlebih dulu.

Pasalnya, di program ini Laksana ini juga menyediakan jasa facelift dan reparasi berbasis bodi lama bus. Syaratnya, bus yang dirombak harus memiliki bodi dari Laksana sebelumnya. Seperti Legacy, Legacy SR-1, Discovery generasi pertama hingga Proteus.

Dalam program facelift, tampilan yang disegarkan bisa dari sektor depan atau belakangnya saja. Sedangkan panel bodi sampingnya tetap mempertahankan desain asalnya.

BACA JUGA

Sehingga nantinya, tampilan bus bukan hanya lebih segar, tapi juga unik. Karena bakal mengombinasikan tampang baru tanpa merombak bagian sampingnya.

Meski demikian, PO yang ingin memesan rombakan dengan bodi baru juga disediakan, namun pengerjaan yang ini tetap membutuhkan proses angkat bodi. Sehingga kondisinya hanya berupa sasis, layaknya bus baru yang masuk ke karoseri.


Tags Terkait :
Karoseri Laksana Bus Legacy
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Inikah Bus Double Decker dari Karoseri Laksana yang Nanti Tampil di GIIAS 2018?

Di pameran akbar ini, Karoseri Laksana memang membuka lapak dan akan tampil di Hall 3 di area kendaraan komersial. Bus double decker ini akan menjadi salah satu unit yang dipajang.

7 tahun yang lalu


Bus
GIIAS 2018: Bus Double Decker Karoseri Laksana Mencuri Perhatian Pengunjung

Laksana mengklaim, Legacy SR2 Double Decker hadir dengan desain terbaik di kelasnya, baik dari aspek eksterior maupun interior.

7 tahun yang lalu


Bus
SAN Buka Trayek Baru Bus Malam Pasir Pangarain-Pekanbaru-Tulungagung PP

Kabin bus ini dirancang dengan konfigurasi seat 2-2 berkapasitas 54 penumpang dilengkapi dengan toilet dan smoking area di kabin bagian belakang kiri.

8 tahun yang lalu


Bus
PERSIB Bandung Punya Bus Baru, Seperti Apa Spesifikasinya?

Bus ini menggunakan sasis Hino RN, sasis terbaru dari PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) yang kaki-kakinya menggunakan suspensi udara sehingga membuatnya lebih nyaman di perjalanan jauh.

8 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

1 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

2 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

5 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

6 hari yang lalu